Di lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) Kampus Paser, nobar digelar Rabu (21/5/2026) malam tadi, dihadiri ratusan mahasiswa yang memadati ruang kelas perkuliahan yang di setting untuk menggelar nobar tersebut.
Wakil Dekan 2 UMKT Tanah Grogot Asman menjelaskan, , nobar film Pesta Babi merupakan inisiatif dari mahasiswa UMKT Kampus Paser. "Kegiatannya diinisiasi mahasiswa, tentu kami juga memiliki harapan yang baik paska pelaksanan nobar ini, " kata Asman kepada Korankaltim.com disela acara nobar.
Informasi dalam film tersebut cukup menarik dimana terdapat upaya yang sama untuk bisa mengembangkan pertanian< namun disatu sisi masyarakat adat dalam pertaniannya sangat bergantung dengan hutan, sementara di satu sisi lagi memiliki upaya pengembangan pertanian yang lebih modern.
"Satu sisi memiliki hubungan erat dengan hutan sehingga dalam pengembangan pertanian sangat bergantung dengan hutan, sementara disisi lain ada upaya pengembangan pertanian yang lebih modern namun memiliki dampak besar pada kondisi hutan, " papar Asman.
Hanya saja dalam film itu mahasiswa disajikan prespektif satu sisi yaitu dari sisi masyarakat adat, namun tidak terdapat prespektif dari pemerintah yang juga tengah berupaya mengembangkan pertanian modern. "Tidak bisa hanya memandang dari satu sisi saja, perlu mendapatkan pandangan lain dari sisi Pemerintah, " sebutnya.
Asman mengaku Pemerintah Kabupaten Paser selama ini cukup gencar untuk mengembangkan pertanian termasuk di kalangan akademisi, bahkan terdapat program yang dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura diterapkan pada petani di Paser.
"Perlu upaya pendekatan yang lebih humanis pada petani, sehingga petani bisa menerima program pengembangan pertanian yang dilakukan Pemerintah, seperti yang telah ditetapkan di Kabupaten Paser, kami menilai disini bisa lebih baik lagi, " ucap Asman.
Selain itu Pemerintah Kabupaten Paser juga telah menerapkan program pertanian berupa center pertanian di setiap kecamatan. Sehingga setiap kecamatan memiliki fokus perkembangan pertanian yang berbeda.
"Program itu cukup bagus dan bisa menjadi upaya yang dapat mengembangkan pertanian di Kabupaten Paser, hanya saja perlu pendekatan khusus pada petani, sehingga petani juga bisa memaksimalkan potensi yang ada di lapangan, " tutup Asman.
Editor: Aspian Nur