DPRD Paser Ajak DLH Sidak Kebun Warga KPJ Usai Terima Keluhan Warga
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER- Setelah menerima keluhan warga Desa Keluang Paser Jaya (KPJ) Kecamatan Kuaro., Kabupaten Paser
2 menit baca0 kali dibaca

Penulis : Dwi Cahyo
KORANKALTIM.COM, TANA PASER- Setelah menerima keluhan warga Desa Keluang Paser Jaya (KPJ) Kecamatan Kuaro., Kabupaten Paser
berkaitan dengan adanya endapan dari sisa angkutan batu bara, DPRD setempat mengajak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser untuk Inspeksi Dadakan (Sidak) ke lokasi dimaksud.
Ketua Komisi III DPRD Paser Abdul Aziz menyebut mereka sebelumnya sudah menerima aduan warga terkait adanya potensi gangguan lingkungan yang diduga merupakan sisa dari angkutan batu bara.
"Kami tidak mau hanya mendengar keluhan makanya sidak ke lokasi secara langsung, sehingga kami bisa mengetahui sampai sejauh mana gangguan lingkungan yang sudah dirasakan masyarakat selama bertahun-tahun ini," ujar Abdul Aziz. Rabu (20/5/2026).
Usai sidak Aziz menjelaskan sejumlah lahan warga tepatnya yang berada di tepi jalur lintas holling batu bara mengalami endapan debu batu bara. Peristiwa tersebut terjadi bertahun-tahun bahkan sehingga debu yang tertumpuk dilahan warga sudah semakin dalam. Bahkan aliran sungai juga terganggu dengan sisa material batu bara yang menjadi endapan.
"Keluhan warga ini benar adanya, maka kami dari DPRD Paser akan mengakomodir prmasalahan ini dan nanti kami akan jadwalkan terlebih dahulu Rapat Dengar Pendapat, mencari solusi dari permasalahan warga ini," jelasnya.
Warga KPJ berharap ada solusi dari permasalahan tersebut agar endapan yang mengganggu kebun warga tidak terus terjadi.
Kepala DLH Paser Ahmad Safari menambahkan,,dari hasil peninjauan lapangan mereka akan melakukan identifikasi penyebab permasalahan tersebut.
"Kami akan behas diinternal kami dan akan melaksanakan identifikasi atas permasalahan yang dialami warga, apa yang kami dapatkan nanti akan menjadi dokumen kami pada saat RDP bersama DPRD Paser," ungkap Safari.
Pada tahun 2023 lalu, permasalahan tersebut telah dilaporkan masyarakat pada pihak DLH Paser dan Safari mengakui hal itu namun dalam penanganan pihaknya terbatas dengan kewenangan pemerintah Provinsi.
"Kami memiliki keterbatasan kewenangan terkait penanganan ini, karena berkaitan dengan permasalhan sektor pertambangan berada di provinsi," papar Safari.
Kepala Desa KPJ Syahrani menyebut sidak yang dilaksanakan tersebut menjadi upaya bersama dalam mengatasi permasalahan warga.
"Dari sidak ini maka sudah secara jelas mengetahui apa saja yang menjadi dampak dari adanya aktivitas holing batu bara bagi warga. Keeinginan warga yakni agar permasalahan tersebut tidak terulang kembali," ujar Syahrani.
Editor: Aspian Nur

Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG