Dalam waktu normal antrean kendaraan bisa mencapai 200 meter dari SPBU, bahkan dibeberapa waktu lalu antrean terjadi melebihi jarak tersebut yang terjadi lantaran membeludaknya pembeli karena SPBU lainnya yang juga menyediakan BBM bersubsidi mengalami perbaikan.
Berkaitan dengan hal tersebut Pengawas SPBU Paser Benuo Suhada kepada Korankaltim.com menjelaskan kalau antrean pengisian BBM sering terjadi bahkan tidak jarang warga yang sudah lama mengantre tidak mendapatkan BBM.
Warga yang mengisi BBM di SPBU mengantre dengan tertib sehingga cukup terlihat jelas antrean kendaraan di tepi jalan raya umum. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika terdapat warga yang tidak sempat mendapatkan Pelayanan pengisian BBM, lantaran bahan bakar sudah habis.
"Kami tetap melayani kebutuhan BBM masyarakat selama masih ada di tangki pengisian, jika sudah habis kami memohon maaf karena tidak bisa melayani," jelasnya.
Dalam setiap pengisian BBM di SPBU Paser Benuo tersebut. Ia mengaku masyarakat harus menunjukkan QR Code pada petugas agar pengelola bisa mencegah terjadinya pengisian berulang oleh beberapa kendaraan.
"Sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan pemerintah dan juga Pertamina, kami memberlakukan sistem QR Code, sistem ini membantu kami untuk bisa mencegah terjadinya pengisian berulang, dengan batasan maksimal pengisian lima Liter untuk motor dan 40 liter untuk mobil," jelas Suhada.
Sistem QR Code sudah diterapkan sejak lama sehingga tidak ada lagi pengisian berulang yang dilakukan oleh pengendara dengan unit kendaraan yang sama dalam satu hari. "Jika terdapat pengendara dengan kendaraan yang sama sudah melakukan pengisian BBM bersubsidi di SPBU kami ataupun di SPBU lain, maka akan terbaca data kendaraan yang dimaksudkan, dengan demikian kami bisa melakukan penolakan terhadap kendaraan yang akan mengisi berulang," pungkas Suhada.
Editor: Aspian Nur