Demi meraih prestasi terbaik, Pengurus Kabupaten Wushu Indonesia (Pengkab WI) Paser menggelar pemusatan latihan atau training center (TC) mandiri.
Hal ini disampaikan Ketua WI Paser Maimunah didampingi Sekretaris Hadijah kepada Korankaltim.com Rabu (29/4/2026) hari ini.
"Kami tidak ingin tertinggal dalam hal prestasi apalagi Paser jadi tuan rumah, karena itu kami perlu melakukan persiapan," kata Maimunah.
Hanya saja TC Mandiri menghadapi berbagai kendala, diantaranya peralatan latihan yang dirasa sudah tidak layak digunakan atau sudah usang.
"Peralatan sudah seharusnya dilakukan pembaharuan, karena banyak peralatan latihan kami yang sudah usang," ungkap Maimunah lagi.
Dua kelas wushu untuk atlet Paser yaitu sanda (tarung) dan taolu (seni) memerlukan tempat latihan sendiri dan sesuai standar namun saat ini hanya tersedia satu tempat latihan yakni di kawasan Stadion Sadurengas, Tana Paser.
"Peralatan kami punya, tapi kurang memadai, seperti matras, untuk kelas Sanda sendiri kami harusnya memiliki Litai, sementara untuk Taolu, kami membutuhkan matras, harus ada matras tersendiri yang digunakan untuk latihan, ini kebutuhan penting yang kami belum miliki," paparnya.
Untuk kesiapan atlet, mereka juga harus menerima pengalaman tanding di luar daerah dan pilihan ada di Jawa Tengah karena memiliki banyak atlet wushu, sehingga atlet Bumi Daya Taka bisa menajamkan Teknik melalui latih tanding atau mendapatkan sparing partner yang levelnya sudah tingkat internasional.
“Rencananya dua atau tiga bulan di luar daerah, kami siapkan beberapa atlet, semoga saja dari pembiayaan bisa terakomodir supaya atlet kami benar-benar siap,” tutup Maimunah.
Editor: Aspian Nur