Sebanyak 184 orang mengikuti kegiatan ini
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Paser yang juga ketua panitia rakor, Rusdia Nor menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pemkab mendukung percepatan pemutakhiran data kemiskinan yang akurat, mutakhir dan terintegrasi sebagai basis pengambilan kebijakan dan penargetan program penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran.
"Pemutakhiran DTSEN merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat dapat menjangkau kelompok penduduk yang benar-benar membutuhkan," ujar Rusdian Nor.
Dari rakor ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Paser dapat menyamakan persepsi, memahami mekanisme pemutakhiran, dan berkomitmen untuk mengambil peran aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Menegaskan agenda tersebut, Bupati Paser Fahmi Fadli berpesan agar segera melakukan pemuktahuran data kemiskinan di Paser sehingga data yang dimiliki benar-benar akurat.
"Saya minta secara khusus pada Dinas Sosial untuk segera melaksanakan pemutakhiran Data Kemiskinan Ekstrem dan DTSEN secara berkala dengan melibatkan Camat, Lurah dan Kepala Desa serta BPS," ucap Fahmi.
Ditegaskannya validasi lapangan bukan hanya kerja yang menjadi tanggungjawab Dinsos saja, setiap Kepala Dinas yang menjalankan program kemiskinan berupa bantuan dan jaminan sosial seperti pada bidang pendidikan, kesehatan, perumahan, ketenagakerjaan, pertanian, pangan, perikanan, ketenegakerjaan, pemberdayaan perempuan, pemuda dan UMKM, juga diharapkan bisa menjalankan program bantuannnya yang mengacu pada Data Kemiskinan yang termutakhirkan.
"Setiap OPD yang juga menjalankan program penanggulanagn kemiskinan bisa dilaksanakan secara bersinergi," pungkas Fahmi.
Editor: Aspian Nur