Ya, mereka harus berkemas mengamankan barang-barang karena api berkobar di kawasan tersebut dan pertamakali dilaporkan seorang warga bernama Fahriyal kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Paser.
Basriansyah yang bertugas saat itu langsung meneruskan laporan kepada anggota Damkar lainnya dan bergegas ke lokasi kebakaran. Pemilik rumah tempat asal api berkobar berinisial H masih tidur dan tak menyadari kalau rumahnya sudah terbakar.
Kepala Disdamkar Paser Lukman Dharma menjelaskan, ada dua rumah diamuk si jago merah, satu bangsalan dua pintu, empat motor mobil dan dua motor, sementara dua rumah dan sastu klinik kesehatan harus terdampak untuk menghindari api semakin meluas. Total kerugian akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp860 Juta. "Tidak ada korban jiwa tapia da 3 kepala keluarga dengan 10 jiwa harus kehilangan tempat tinggal," ucap Lukman kepada Korankaltim.com saat dikonfirmasi pagi tadi.
Seorang warga bernama IF yang rumahnya ikut terbakar menjelaskan, sudah beberapa hari sering terjadi gangguan kelistrikan di kawasan tersebut namun sebelum kebakaran terjadi tidak ada tanda-tanda llistrik mengalami gangguan.
"Tekanan daya listrik di kawasan ini beberapa kali mengalami gangguan tapi saat kebakaran tidak ada tanda-tanda yang mengarah ke musibah yang terjadi saat ini," kata IF.
Penghuni rumah yang terbakar tertidur pulas dan baru menyadari adanya api setelah kobaran api mulai membesar. Bangunan rumah yang terbuat dari meterial non permanen dan kencangnya hembusan angin, membuat api dengan cepat menyebar.
"Bangunan yang terbakar konstruksinya non permanen, ditambah angin yang cukup kencang mempercepat penyebaran api hingga merambat ke rumah milik warga disebelahnya," papar IF.
Dengan mengerahkan sejumlah kendaraan pemadam kebakaran, akhirnya api berhasil dikendalikan. Dari keterangan yang dihimpun media ini, d ugaan sementara timbulnya titik api karena korsleting listrik.
Editor: Aspian Nur