Kebakaran yang diduga dipicu percikan petasan itu merembet ke permukiman dan menghanguskan sedikitnya 34 rumah.
Berdasarkan keterangan Kepala Desa Muara Adang, Kurniansyah, peristiwa tersebut diduga bermula dari aktivitas anak-anak yang bermain petasan atau kembang api di depan kios BBM milik Arbi, Ketua RT 03.
“Ada anak-anak yang bermain petasan, diduga percikan petasan tersebut menyambar bahan bakar yang berada di sekitar kios, sehingga memicu munculnya api,” ujarnya.
Kondisi cuaca yang panas, material bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu, serta banyaknya BBM yang terbakar menyebabkan api cepat membesar. Dalam waktu singkat, sejumlah bangunan turut hangus terbakar.
“Karena adanya material yang mudah terbakar di lokasi kejadian. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke bangunan di sekitarnya dan menyebabkan kebakaran meluas ke permukiman warga,” akunya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, Lukman Dharma menyampaikan bahwa tim pemadam kebakaran langsung menuju lokasi setelah menerima laporan. Personel Damkar Sektor Long Ikis berangkat pada pukul 16.45 Wita.
Dengan kondisi jalan yang kurang baik dan jarak tempuh sekitar 32 kilometer, petugas baru tiba di lokasi pada pukul 18.20 Wita.
“Setibanya di lokasi personel melakukan upaya pemadaman serta pengendalian api bersama unsur terkait dan masyarakat setempat,” bebernya.
Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sedikitnya 34 rumah dilaporkan ludes terbakar dan 11 rumah lainnya terdampak. Secara keseluruhan, sebanyak 45 rumah mengalami kerusakan.
Akibat kejadian itu, 57 kepala keluarga (KK) atau 173 jiwa kehilangan tempat tinggal.
“Saat ini sebagian korban harus mengungsi ke rumah keluarganya, adapun kerugian material dalam peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp9,6 miliar,” pungkasnya.
Editor: Erwin