Longsor terjadi tepat disebelah bangunan masjid Nurul Iman yang berada ditepi ruas jalan nasional, hal mana yang membuat sebagian pondasi masjid dalam kondisi tergantung.
Bencana alam itu sendiri terjadi akhir 2025 lalu dan sudah dilaporkan kepada anggota DPRD Paser daerah Pemilihan Longkali-Long Ikis, Andi M Rizal Ashari, ditindaklanjuti dengan datang ke lokasi saat reses pekan lalu.
Laporan warga terimbas longsor ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi kepada pihak Dians Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Paser serta Sekretaris Daerah Paser Katsul Wijaya.
"Kami sudah sampaikan kepada pemkab untuk segera dilakukan penanganan pada peristiwa longsoran tersebutkarena kondisi longsoran sangat dekat dengan bangunan masjid dan ruas jalan nasional," ucap Rizal kepada Korankaltim.com Rabu (4/2/2026).
Pemerintah Kabupaten Paser melalui Dinas PUTR sudah mengusulkan untuk ditangani Balai Jalan Nasional (BJN) namun karena beberapa hal BJN menyerahkan kembali pada Pemerintah Kabupaten Paser.
"Perihal pertama berkaitan dengan efisiensi anggaran, kemudian dari pihak BJN juga menilai longsoran yang terjadi tidak mengganggu ruas jalan nasional, sehingga untuk penanganannya diserahkan kepada pemkab," jelas Rizal lagi.
BJN sudah melakukan penghitungan untuk melaksanakan penanganan dan diperlukan anggaran Rp900 Juta sampai Rp1 Miliar.
Sementara Pemerintah Kabupaten Paser juga tengah melakukan upaya penanganan namun kalau harus menggunakan anggaran tanggap darurat tidak bisa diselesaikan secara maksimal.
"Anggaran tanggap darurat tidak bisa digelontorkan dalam jumlah besar di satu titik, tapi dari pihak PUTR saat ini tengah melakukan peninjauan lapangan guna menyusun penghitungan dan perencanaan secara darurat," sebutnya.
Diharapkan menjelang Ramadan 1447 Hijriyah masalah tersebut bisa segera ditangani sehingga masyarakat bisa beraktifitas dengan aman terutama dalam melaksanakan ibadah.
Editor: Aspian Nur