Seminar proposal ini sendiri merupakan tahap awal dalam penyusunan skripsi yang biasanya dilaksanakan di lingkungan kampus namun UWGM melaksanakannya di Kabupaten Paser, dibantu fasilitas gedung aula SMPN 2 Tanah Grogot.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Humas UWGM Suyanto menjelaskan, seminar itu digelar sebagai langkah antisipasi pihak kampus untuk tidak mengganggu aktivitas mengajar mahasiswa yang juga sebagai guru.
"Mahasiswa kami yang saat ini mengikuti seminar merupakan guru di TK maupun PAUD di Paser, supaya tidak mengganggu maka kami laksanakan seminar proposal di Tanah Grogot, " jelas Suyanto kepada Korankaltim.com hari ini.
Mendekatkan seminar proposal pada lingkungan mahasiswa lebih efektif dibanding harus memanggil mahasiswa Paser ke Samarinda. Selain itu juga menjadi bentuk dukungan program Pemerintah Kabupaten Paser terutama dalam hal peningkatan kualitas Sumber Daya manusia (SDM).
"Kami yakini program kerjasama yang telah terbangun ini sangat penting, karena itu kami juga berupaya untuk memberikan dukungan kepada Pemkab Paser, " tegas Suyanto.
Seminar proposal dilaksanakan empat hari, melibatkan 15 orang yang masuk dalam tim Penguji. Suyanto berharap program tersebut bisa terus berlanjut. "Kami berterima kasih kepada Pemkab Kabupaten Paser, semoga program ini bisa terus berjalan, " tutupnya.
Editor: Aspian Nur