Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser Ahmad Safari menyebut penilaian Adipura tahun ini akan melalui penilaian dengan lebih ketat.
"Lebih ketat dari sebelumnya, tentu ini menjadi perhatian kami untuk bisa terus mempertahankan Piala Adipura," kata Safari Rabu (21/1/2026).
Saat ini tim dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah melakukan dua kali peninjauan dan mereka masih menunggu hasil penilaian tersebut.
Dalam penilaian Adipura dengan konsep yang baru saat ini fokus pada tiga dimensi utama dengan bobot berbeda yaitu 50 persen pengelolaan sampah dan kebersihan, 20 persen anggaran dan kebijakan daerah serta 30 persen kesiapan SDM dan infrastruktur pendukung, mendorong pengurangan sampah di sumber, pemilahan, daur ulang, serta pengawasan teknologi seperti citra satelit.
"Penilaian Adipura saat ini dititik beratkan pada pengelolaan sampah, mulai dari pengelolaan dari sumbernya sampai pada pengelolaan di TPA (Tempat Pembuangan Akhir)," jelasnya.
Selain itu dalam pelaksanaan penilaian juga dilakukan diseluruh kecamatan se-Kabupaten Paser tidak seperti pada penilaian Adipura tahun-tahun sebelumnya yang hanya mengambil sampel penilaian di ibu kota kabupaten saja.
DLH Paser tidak menghendaki jika upaya pengelolaan sampah hanya bertujuan untuk meraih Adipura namun lebih mengutamakan agar masyarakat juga bisa menerapkan pengelolaan sampah yang benar. Sehingga pengelolaan sampah bisa terus berlanjut.
"Kami pebih mengutamakan agar masyarakat bisa sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, cara na dengan melakukan epngelolaan sampah mulai dari satuan lingkungan terkecil yakni lingkungan rumah tangga," tutup Safari.
Editor: Aspian Nur