Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Ibrahim (39). Setelah mengetahui kejadian itu, saksi segera melaporkannya kepada pemerintah desa setempat dan pihak kepolisian.
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo melalui Kapolsek Kuaro IPTU Achmad Gazali menyampaikan bahwa sebelumnya, pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 22.00 WITA, pihak Polsek Kuaro sempat menerima laporan dari seorang warga terkait anaknya yang tidak kembali ke rumah.
"Sebelumnya ada warga yang melaporkan bahwa anaknya tidak pulang ke rumah, kami segera berkoordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Paser untuk melakukan pencarian anak di sekitar desa," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim gabungan tidak menemukan anak yang dilaporkan hilang tersebut. Upaya pencarian terus dilakukan hingga pada Rabu (31/12/2025). Setelah itu, tim mendapatkan informasi ada warga yang menemukan sosok jenazah di dalam sebuah rumah kosong.
"Warga melaporkan adanya penemuan jenazah bocah yang tergantung di sebuah rumah, kami pun menuju lokasi," terangnya.
Setibanya di lokasi kejadian, tim gabungan segera melakukan proses identifikasi, kemudian dilanjutkan dengan evakuasi jenazah. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh jenazah.
Setelah proses evakuasi selesai, tim gabungan meminta izin kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Namun, pihak keluarga menolak permintaan tersebut. Atas penolakan itu, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan.
"Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, selanjutnya pihaknya keluarga segera melakukan prosesi pemakaman terhadap jenazah bocah tersebut," jelasnya.
Berdasarkan keterangan orang tua korban, sebelum dinyatakan hilang, korban sempat dimarahi karena membuat adiknya menangis.
Dalam situasi tersebut, orang tua korban mengaku sempat mengucapkan kalimat bernada mengusir. Ucapan tersebut kemudian dijawab oleh korban dengan mengatakan, “ya sudah, saya tidak akan kembali lagi.”
"Orang tua korban tidak menyangka akan berakhir seperti ini, bahkan ia menyesal atas perkataan yang sempat terucap pada anaknya tersebut," ungkapnya.
Bagi pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kencenderungan
pemikiran bunuh diri, segera berkonsultasi dengan psikolog, psikiater,
atau klinik kesehatan mental.
Editor: Erwin