Andrian menjelaskan bahwa perusahaannya sebagai holding company telah beroperasi di Malaysia, Singapura, dan Norwegia. Ia menegaskan, ekspansi pasar Royal Nusantara Raya Group menggunakan pendekatan korporasi dan kebudayaan berbasis ekonomi global.
“Saya membawa mitra investasi dari Rectitude Holdings LTD, perusahaan hardware yang sudah IPO di USA dan berbasis di Singapura,” ujar Andrian, Rabu (10/12/2025).
Delegasi tersebut terdiri dari CEO Rectitude PTE LTD, Zhang Jian, Konsultan Mr. Henry Yap, dan Manajer Rectitude Safety Equipment Kamboja, Mr. Lyu Ye.
Hadir juga Wakil Direktur PT Royal Nusantara Raya Group, Masriansyah, Konsultan Senior dari PT Royal Elite Security, Mr. Jackson Cheong, dan Manajer Operasional, Mr. Seah Niap Siong.
Menurut Andrian, kedatangan mereka ke IKN pada Selasa (9/12/2025) kemarin, adalah untuk mendengar langsung pemaparan Otorita IKN mengenai prospek investasi dan kemudahan perizinan yang ditawarkan. Kunjungan ini menjadi tindak lanjut international business integration yang telah berlangsung sejak 11 November 2024 di Balikpapan.
“Setelah satu tahun, ini waktu yang tepat untuk membawa investor dari Rectitude Company. Kami mendapat penjelasan bahwa investor akan mendapat kemudahan perizinan dan dukungan tim Otorita IKN,” katanya.
Ia juga mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan IKN sebagai ibu kota politik pada 2028. “Kami mendukung penuh dan berharap presiden diberikan kesehatan dalam memimpin bangsa,” ujarnya.
Andrian kembali menambahkan bahwa ia beserta para investor juga mengapresiasi Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Basuki Hadimuljono karena telah mau menerima kami di kantor Otorita IKN dan memberikan pendampingan dalam proses investasi,” ucapnya.
Sementara itu, Konsultan Rectitude PTE LTD, Mr. Henry Yap, menyampaikan ketertarikan mereka untuk berinvestasi di Nusantara, khususnya pada teknologi energi hijau dan produk paten perusahaan. Ia menilai dukungan Sultan Paser 18 menjadi faktor penting dalam penjajakan proyek ini.
“Kami masih melakukan uji kelayakan. Kami ingin melihat seberapa besar dukungan yang tersedia agar bisa menciptakan sesuatu yang baru di sini,” kata Mr. Henry Yap.
Ia menambahkan bahwa investasi yang dibawa tidak kecil dan bisa mencapai miliaran dolar. Perusahaannya ingin membawa teknologi dan teknisi berpengalaman untuk berbagi keahlian kepada masyarakat lokal, khususnya di IKN dan Indonesia.
“Kami berharap kerja sama ini memberi manfaat bagi kedua negara, juga para pengusaha lokal dan nasional,” ujarnya.
Sedangkan
Selanjutnya, Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha Otorita IKN, Ferdinand Kana Lo, menyambut positif rencana tersebut. Ia menjelaskan ada dua skema investasi di IKN, yaitu investasi langsung dan kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Untuk KPBU, beberapa proyek hunian sudah dilelang dan ada dua pemenang. Sedangkan untuk investasi langsung, sudah ada 54 kesepakatan kerja sama senilai Rp66 triliun.
“Ada yang sudah operasional, sedang dibangun, dan segera memulai pembangunan. Kami berharap para investor menjadi duta IKN untuk menyampaikan bahwa IKN tidak seperti framing negatif yang beredar,” ujarnya. (*)
Editor: Erwin