Karena itulah DPRD Paser melalui Komisi III mendesak PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Balikpapan dan menyampaikan langsung dengan datang ke Balikpapan pada Selasa (9/12/2025) kemarin.
Anggota Komisi III DPRD Paser Andi M Rizal Ashari menjelaskan, dalam pertemuan itu disampaikan persoalan listrik yang belum masuk kebeberapa desa meski sarana fisik sudah terbangun, ditandai dengan tiang listrik yang berdiri di tepi jalan dan siap untuk dipasang jaringan listrik.
“Tiang listrik sudah berdiri sejak lama, tapi warga belum menikmati aliran listrik. Kondisi ini berpengaruh pada aktivitas ekonomi, pendidikan hingga pelayanan publik. Kami minta PLN memberi kepastian dan langkah percepatan penyelesaian termasuk kawasan PTPN (PT Perkebunan Nusantara) yang sebenarnya sudah menunjukkan progres penerangan melalui kerja sama khusus,” ujar Ashari kepada Korankaltim.com Rabu (10/12/2025).
Rombongan DPRD Paser yang mendatangi UP3 Balikpapan dipimpin Wakil Ketua Komisi III Ilcham Halid didampingi Rizal Ashari, Raniyanto, M Rama Romilza Ashari, Sultan Surya Pasha, Elly Ermayanti, Arlina serta Sri Nordianti, diterima Manajer PLN UP3 Balikpapan, Arief Prastyanto.
Terpisah, Ilcham Halid meminta PLN tidak sekadar memastikan program, tetapi juga menentukan tenggat penyelesaian yang jelas agar warga tidak terus menanti tanpa kepastian.
“Warga sampai saat ini mengeluhkan kondisi tanpa aliran listrik, Kami minta target realisasi bisa dipastikan,” ucap Halid.
Kehadiran Komisi III DPRD Paser di kantor PLN UP3 Balikpapan merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik, khususnya sektor kelistrikan. Komisi III menegaskan komitmennya mengawal progres hingga listrik benar-benar mengalir dan dirasakan secara merata oleh masyarakat.
"Kami harap dengan adanya tindak lanjut resmi dari PLN UP3 Balikpapan, dapat menjawab penantian masyarakat terhadap energi listrik yang telah lama dinanti, selain bisa menerangi rumah, juga bisa meningkatkan fasilitas umum, dan kegiatan ekonomian," sebut Ilcham lagi.
Sementara Arief Prastyanto mengakui keterlambatan penyambungan listrik dipengaruhi beberapa hambatan teknis, mulai dari akses jalan menuju desa, kesiapan gardu distribusi, hingga penyempurnaan jaringan tambahan.
"Kami memastikan Desa Sebakung, Desa Kepala Telake, serta wilayah Long Kali lainnya telah masuk dalam program percepatan penyambungan daya di tahun berjalan," kata Arief.
Editor: Aspian Nur