Lima rumah dan satu warung serta tiga bangunan yang dijadikan sarang burung walet jadi arang akibat peristiwa ini dengan kerugian yang diderita mencapai Rp1,5 Miliar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Paser Lukman Dharma menjelaskan, meski saat api berkobar cuaca sedang hujan gerimis namun karena bangunan dari bahan kayu membuat api cepat menyebar. "Kebaran terjadi dipemukiman warga, bangunan yang berbahan kayu membuat api cepat menyebar," kata Lukman kepada Korankaltim.com Kamis (4/12/2025).
Warga yang terdampak kebakaran terpaksa harus mengungsi di rumah warga yang tidak jauh dari lokasi kebakaran. "Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi kerugian materil mencapai Rp1,5 Miliar," ungkapnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api berawal muncul dari rumah seorang warga bernama Sariansyah dengan dugaan sementara titik api terjadi karena konsleting arus listrik.
"Dugaan sementara adanya kabel listrik yang konslet, tapi kami juga masih menunghu hasil pemeriksaan pihak kepolisian," ucap Lukman lagi.
Masyarakat diminta lebih wasada dan berhati-hati terlebih lagi menjelang akhir tahun ada Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
"Kami harap masyarakat bisa lebih waspada dan berhati-hati, hindari setiap potensi kerawanan kebakaran," pinta Lukman.
Editor: Aspian Nur