Remaja kelahiran tahun 2006 berusia 19 tahun itu berkolaborasi dengan ZerosecId yang merupakan komunitas sekaligus tim yang bergerak di bidang IT dan keamanan siber untuk menerbitkan inovasi tersebut.
Fawwas sendiri merupakan pendiri ZerosecId dan menyebut dua inovasi yang diluncurkan saat ini telah digunakan di Negeri Jiran, dengan Anvus digunakan di 50 Industri di Malaysia.
"Anvus ini merupakan inovasi dari ZerosecID yang dirancang untuk memperkuat keamanan sistem website melalui pemindaian malware dan deteksi ancaman secara menyeluruh," ucap Fawwas kepada Korankaltim.com Senin (1/12/2025) hari ini.
Sistem Anvus mampu mengidentifikasi file berbahaya, backdoor, injeksi script, perubahan file mencurigakan serta konfigurasi rentan yang berpotensi dieksploitasi.
Dengan kombinasi analisis signature, heuristic dan deteksi anomali, Anvus memberikan peringatan dini terhadap aktivitas tidak wajar sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum terjadi kerusakan atau kebocoran data.
"System Anvus sendiri direncanakan akan digunakan di Paser, mengingat saat ini semakin rentan serangan siber pada berbagai situs diinternet," ungkap Fawwas.
Fawwas didampingi temannya yaitu Dandy Arnaldo, Sqeful Alam, Fahab Syihab, Akhmad Fauzan Fathurokman, Muhammad Jaenal Abidin, Evelyn Angelica Lie dan Faiz Ahmad Habibi dalam pembuatan inovasi tersebut.
Selain itu juga terdapat bimbingan dari para dosen APU yaitu Noris Ismail dan Nor Azlina Abd Rahman. "Kami mengerjakan project ini bersama tim dan dibimbing oleh dosen pembimbing kami," jelasnya.
Untuk penerapan Anvus di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Paser akan dimulai dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Desember bulan ini. "Rencananya saat liburan nanti kami akan bertemu DKISP Paser sekaligus menerapkan System Anvus ini," ungkapnya.
Fawwas berharap seluruh pemuda di Paser bisa mulai mempelajari system keamanan siber mengingat saat ini serangan di internet itu bisa terjadi pada akun pribadi dan harus diantisipasi sehingga mampu mencegah kehilangan akun ataupun penyalahgunaan akun oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
"Kami harap pemuda di Paser terus belajar dan melirik sektor keamanan siber supaya kedepan setiap orang bisa saling menjaga keamanan akunnya masing-masing," tutupnya.
Editor: Aspian Nur