Kepala Dinkes Paser Amri Yulihardi menjelaskan, pertemuan tersebut dilaksankan sebagau upaya antisipasi terhadap maraknya isu keracunan pada pelajar paska mengkonsumsi menu MBG.
"Kami tidak mengharapkan kesalahan yang dapat mengakibatkan buruk pada penerima manfaat dari MBG ini, makanya kami lakukan pertemuan membahas bersama langkah penyaluran MBG," ucap Amri kepada Korankaltim.com Kamis (30/10/2025).
Program MBG merupakan bagian dari asta cita presiden RI Prabowo Subianto yang perlu dukungan berbagai pihak dan merupakan wujud investasi strategis bagi masa depan generasi muda bangsa terutama dalam pemenuhan asupan gizi dan pencegahan stunting.
"Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dengan peningkatan status gizi saja, tetapi juga keamanan pangan yang terjamin karena makanan yang bergizi tetapi tidak aman justru akan menjadi bencana," papar Amri.
KLB Keracunan MBG yang terjadi dibeberapa daerah, selain berbahaya bagi kesehatan penerima manfaat juga dapat merusak kepercayaan public terhadap keberlangsungan program ini.
"Menyikapi hal ini tentu diperlukan kewaspadaan dan koordinasi yang efektif dari berbagai pihak yang terkait," jelas Amri.
Diharapkan pelaksanaan MBG di Paser berjalan dengan baik karena MBG tidak hanya sebagai program namun juga memiliki dmapak positif besar pada anak dan kekuarga di Bumi Daya Taka, julukan Kabupaten Paser.
"Kami harap pelaksanaan MBG bisa berjalan dengan baik, jika terdapat kendala dilapangan seluruhnya sudah bisa melakukan koordinasi sehingga bisa dilakukan upaya untuj meminimalisir dampak buruk yang akan terjadi," tutup Amri.
Editor: Aspian Nur