Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur dan memasuki tahap persiapan pengecoran.
Sekretaris Camat Batu Sopang Wijanarko menjelaskan, perbaikan jembatan sudah memasuki pecan ketiga dan dampak pelaksanaan pekerjaan cukup dirasakan masyarakat, tapi sudah ditanggulangi oleh pihak pekerja.
"Ada keluhan warga karena selama perbaikan terjadi kemacetan, tapi warga sadar saat ini jembatan masih dalam proses pekerjaan, jadi tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut," kata Wijanarko kepada Korankaltim.com Kamis (23/10/2025) hari ini.
Saat ini tahap pekerjaan perbaikan jembatan sudah memasuki pembesian yang membut sebagian badan jembatan dibongkar, hal mana yang berdampak pada arus lalu lintas yang mengakibatkan pengendara harus antre melalui jembatan.
"Kemacetan pasti terjadi, makanya pihak kepolisian turun kejalan untuk mengatur arus lalu lintas, terutama pada saat pagi dan sore hari," jelas Wijanarko lagi.
Dari sisi perekonomian Wijanarko mengaku tidak terlalu berdampak pada masyarakat karena masih bisa mengakses pasar dan pedagang makanan juga masih bisa berjualan.
"Masyarakat masih bisa mengakses pasar, pedagang juga sudah memiliki langganan masing-masing, jadi adanya oerbaikan jembatan ini tidak mempengaruhi perekonomian masyarakat," ungkapya.
Informasi yang disampaikan oleh Kapolsek Batu Sopang Iptu Yandi Rinaldi Gusman kepada media ini menyebutkan, tanggal 28 sampai 30 Oktober pecan depan perbaikan jembatan memasuki tahap pengecoran sehingga jembatan akan ditutup untuk akses masyarakat selama enam jam. “Nanti akses jembatan ditutup total enam jam," jelas Yandi.
Editor: Aspian Nur