Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statisik dan Persandian (DKISP) Paser melalui Pranata Komputer Ahli Muda Bidang Aplikasi Informatika Muhammad Syarif Abdillah menjelaskan, serangan malware tersebut sering kali terjadi pada situs pemerintahan tak hanya di kabupaten berjulukan Paser Buen Kesong itu saja.
"Kami sudah sering menghapus malware yang menyerang tapi memang serangan ini bisa kembali terjadi sewaktu-waktu," kata Syarif kepada Korankaltim.com Senin (22/9/2025).
Tidak hanya terjadi pada website DPRD Paser saja, namun serangan juga terjadi pada beberapa website Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Bahkan sejumlah website kecamatan di Paser harus di non aktifkan sementara waktu.
Menangani permasalahan tersebut, pihaknya secara berkala melakukan penghapusan malware tersebut secara manual. Namun keterbatasan personel membuat mereka tidak bisa secara maksimal dan memerlukan security cyber crime.
"Personel teknis yang menangani aplikasi ini masih sangat terbatas, jadi kami bisa melakukan penindakan setelah kami mendapatkan laporan, memang kedepannya perlu mengadakan personel yang secara khusus melakukan pengamam cyber crime," paparnya.
Selain itu untuk mengamankan situs Pemerintah Kabupaten Paser perlu dilakukan upgrade system mengingat teknologi terus berkembang dengan semakin canggih sehingga website juga harus di-upgrade seraca rutin.
"Dulu upgrade system bisa dilakukan setahun sekali atau dua kali, tapi untuk saat ini dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih maka Upgrade juga harus dilakukan secara rutin dan berkala dalam waktu dekat," tutup Syarif.
Editor: Aspian Nur