Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga yang datang ke gubuk yang sebelumnya mencari ES, pria tersebut pagi tadi sekira pukul 10.00 WITA.
Namun temannya malah menemukan temannya didalam gubuk dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo melalui Kasatreskrim Polres Paser AKP Agus Setiawan menjelaskan mereka mendapatkan laporan dari warga terkait kasus ini.
Satreskrim Polres Paser langsung mendatangi lokasi dan mekakukan upaya evakuasi. "Saat kami datang jenazah masih dalam kondisi tergantung didalam gubuk," ucap Agus kepada Korankaltim.com.
Berdasarkan keterangan temannya, ES yang berusia 39 tahun itu sempat berkomunikasi melalui chat WhatsApp terkait masalah ayam Jumat (8/8/2025) kemarin namun setelahnya sudah tidak aktif.
Temannya itu kemudian berinisiatif mencari ke rumah orangtuanya, namun tidak bertemu kemudian mencarinya di dalam gubuk.
"Temannya sempat berkomunikaai melali chat, tapi WA korban tidak aktif setelah sehari mereka berkomunikasi," ungkpnya.
Saat polisi melakukan evakuasi ditemukan sebuah ponsel yang merekam proses gantung diri ES. Bahkan setelah melihat chat WA dirinya sempat mengirimkan rekaman video sesat sebelum ia gantung diri.
"Saat dilakukan olah TKP, ditemukan sebuah HP dalam kondisi sedang merekam proses gantung diri, sehari sebelumnya korban mengirim sebuah video kepada mantan istrinya," ujarnya.
Dalam rekaman video yang dikirim pada mantan istrinya, ES mengatakan dalam videonya selamat tinggal. Sudah tidak ada juga yang sayang sama aku, Kalau Kesini jangan sendiri, bawa orang turunin mayatku.
Usia melakukan oleh TKP, pihak keolisian membawa jenazah ES ke Rumah Sakit Panglima Sebaya Paser untuk dilakukan visum.
Editor: Aspian Nur