Di sebelah jembatan yang runtuh tersebut, pemerintah telah membangun sebuah jembatan bailey sebagai jalur alternatif sementara bagi pengguna jalan. Di lokasi tersebut, setiap kendaraan dari arah Kuaro menuju Kalimantan Selatan seharusnya berbelok ke kanan untuk melintasi jembatan bailey.
Namun, bus dengan nomor polisi KT 7928 AQ yang dikemudikan oleh S (45) justru melaju lurus, sehingga mengakibatkan bus terjun ke Sungai Busui.
Kepala Kantor Perwakilan Jasa Raharja Kabupaten Paser, Iqbal, menyampaikan bahwa dari total 28 penumpang dalam bus, 18 orang di antaranya harus menjalani perawatan medis.
Sebanyak 12 orang dilarikan ke Puskesmas Lama, Kecamatan Batu Sopang, lima orang di Puskesmas Baru Kecamatan Batu Sopang, dan satu penumpang dinyatakan meninggal dunia.
"Dari seluruh yang dirawat, satu orang meninggal dunia, tiga orang dirujuk secara mandiri ke rumah sakit di Balikpapan dan empat orang termasuk sopir dan kernet di rujuk ke Rumah Sakit Panglima Sebaya," jelasnya.
Dalam peristiwa tersebut, sopir bus mengalami patah kaki kanan akibat terjepit dan pergelangan tangan yang nyaris putus terkena kaca. Sementara kernet juga mengalami luka akibat terkena pecahan kaca bus.
Dari empat korban yang mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Panglima Sebaya, dua di antaranya diperbolehkan menjalani rawat jalan. Namun, pada sore hari, dua korban kecelakaan yang sebelumnya dirawat di puskesmas dialihkan ke Rumah Sakit Panglima Sebaya untuk mendapatkan perawatan intensif.
Korban dengan luka ringan menjalani rawat jalan. Sebagian korban kembali ke Samarinda dan Balikpapan, sedangkan sebagian lainnya melanjutkan perjalanan ke Banjarmasin.
Di sisi lain, Kasatlantas Polres Paser, AKP Toni Joko Purnomo, menjelaskan bahwa penyebab kecelakaan tunggal bus yang mengakibatkan satu penumpang meninggal dunia belum diketahui secara pasti.
"Dari hasil pemeriksaan awal, bus diduga kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun. Kendaraan melaju ke arah Banjarmasin, dan sesampainya di jembatan lama yang masih dalam perbaikan, bus tergelincir dan jatuh ke sungai," jelas AKP Tonny.
Namun demikian, ia mengaku pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut. Pihak Satlantas Polres Paser masih menunggu sopir yang saat ini masih dalam tahap penanganan medis.
"Kami belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab laka tunggal ini, masih menunggu sopir yang masih dalam tahap perawatan dan akan menjalani operasi," jelasnya
Untuk itu, ia mengimbau pada seluruh pengendara yang akan melintasi jalur tersebut. Agar selalu waspada dan berhati-hati saat berkendara. Terlebih, lagi dengan kondisi jalan yang gelap dan minim penerangan.
"Kami imbau kepada seluruh pengendara untuk berhati-hati melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hingga dini hari, mengingat kondisi jalan yang masih dalam perbaikan," pungkasnya.
Foto: Erwin