Mereka beraksi di atas panggung utama Taman Budaya Sendawar (TBS) Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat Rabu (25/6/2025) malam tadi, menyuguhkan tarian berjudul Penyembolum Taka yang berarti Kehidupan Kita.
Tarian tersebut tidak hanya sekedar menceritakan kesuksesan pertanian di Bumi Daya Taka saja tapi juga menceritakan usaha petani di kabupaten tersebut baik dari petani tradisional maupun petani modern.
Koordinator Tari sekaligus Ketua Sanggar Seni Rebuntung Paser, Badaruddin Syah kepada Korankaltim.com Kamis (26/6/2025) hari ini menjelaskan, mereka ingin menyampaikan suka dan dukanya petani Paser yang tergambar dalam tarian tersebut.
"Tari ini menggabungkan cerita petani tradisional dan juga petani modern, diawal tari digambarkan petani tradisional yang bekerja mulai dari penanaman padi secara tradisional, diakhir tari juga digambarkan petani modern dengan menghadirkan replika traktor yang digunakan petani," ucap Badaruddin.
Dalam tradisi masyarakat Paser, sebelum petani membuka lahan atau memulai penanaman padi di sawah ada tradisi yang dikenal dengan Besoyong. Selain dilaksanakan sebelum kegiatan bertani dimulai, Besoyong juga biasanya dilaksanakan ketika terjadi satu musibah di kalangan petani.
"Tradisi Besoyong ini yang juga kami ingin perkenalkan kepada masyarakat luar Paser, sebab besoyong merupakan adat dan tradisi masyarakat Paser," sebut Badaruddin yang juga penata musik.
Kelompok tari dari kontingen Paser diisi antara lain Nur Syamsiyah sebagai penata tari, Badaruddin Syah, penata busana Marfuah Djafar dan penata properti Aditya Wahyudi.
Nur Syamsiyah menyebut Peda KTNA menjadi upaya bertukar informasi dari setiap petani diberbagai kabupaten se- Kalimantan Timur. Dirinya berharap melalui kegiatan ini mampu memperkenalkan tradisi dan budaya masyarakat petani di semua daerah.
"Sebagai sarana bertukar informasi, sudah tentu ada upaya pengembangan pertanian dna nelayan didalamnya, tapi kami juga berharap masyarakat luas bisa mengenal budaya dan tradisi petani di Paser yang kami gambarkan dalam tari kreasi KTNA Paser," ucap Nur Syamsiyah.
Editor: Aspian Nur