Biasanya air yang menggenang akan surut setelah hujan berhenti namun sampai hari ini air bertahan bahkan bertambah tinggi ditambah hujan yang kembali turun dengan deras.
Terkait hal itu Kepala Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser Ruslan menjelaskan, genangan air di kawasan Km 05 Tanah Grogot terjadi karena drainase yang mengarah ke sungai tidak berfungsi dengan baik.
"Karena drainase tidak ada penghubung mengarah kealiran sungainya makanya terhambat. Dari asesmen bersama dinas terkait beberapa waktu lalu diketahui setiap hujan deras disini banjir, ternyata drainasenya yang tidak sesuai dengan lokasi," jelas Ruslan kepada Korankaltim.com Jumat (4/4/2025).
Dilokasi tersebut sudah terdapat drainase yang mengarah ke sungai namun BPBD tidak mengetahui secara pasti desain dari drainase tersebut.
"Ada aliran ke sungai tapi desainnya yang kami kurang paham karena itu dinas terkait yang melaksanakan. Sudah lapor pada pihak Balai Jalan untuk menganalisa nanti untuk mengurangi banjir," papar Ruslan.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Paser Asnawi menyebut mereka sudah melakukan perencanaan pemeliharaan saluran drinase di kawasan tersebut.
"Masih dalam tahap perencanaan dan kami akan tetap berkoordinasi dengan balai, sebab ini jalan nasional, Insya Allah setelah cuti bersama tim dari balai turun kelokasi," kata Asnawi.
Asnawi mengaku pihaknya membutuhkan anggaran Rp1 Miliar untuk mengatasi permasalahan banjir di Tanah Grogot. "Kurang lebih 1 M untuk penanganan beberapa titik dalam kota termasuk yang di Km 5," tutup Asnawi.
Editor: Aspian Nur