Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Paser menyampaikan hal itu karena menurut mereka gerak cepat pemerintah diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan aktivitas masyarakat lainnya.
Ketua PC IMM Paser M Aidil Fatwa menyebut tersebut telah menghambat berbagai aktivitas masyarakat. Sehingga perlu dilakukan tindakan cepat agar tidak berlarut dan memoengaruhi dampak lainnya.
"Peristiwa itu sudah berdampak pada aktifitas masyarakat dan pendistribusian logistik untuk wilayah Kaltim-Kalsel. Meskipun sudah ada jalur alternatif sementara tapi itu sangat berisiko," ujar Aidil kepada Korankaltim.com Jumat (17/1/2025) hari ini.
Jalur alternatif dengan menggunakan jalan hauling batu bara milik PT Kideco Jaya Agung memiliki resiko bagi masyarakat dan juga pengendara lain yang melintas. "Resiko bagi masyarakat yang melintas di jalan hauling, kami harap ini bisa segera diatasi dengan bijak," harapnya.
Selain itu ia juga meminta pemerintah bisa memperketat pengawasan di jalur tersebut mengingat sering kali kendaraan besar dengan muatan batu bara dan juga kendaraan dengan muatan berlebih melintas di jalur yang sama. "Tentunya itu juga menjadi resiko dan potensi dapat mengakibatkan peristiwa serupa," tutup Aidil.
Diketahui Jembatan Busui yang menghubungkan Batu Sopang, Kabupaten Paser dengan jalur lintas Kalimantan ambruk dini hari kemarin setelah sebuah truk bermuatan semen dengan nomor polisi KT 8963 WT menabrak fondasi jembatan.
Editor: Aspian Nur