Saat ini jenasah almarhum Kiswanto berada di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk diautopsi atas izin pihak keluarga. Direncanakan jenazah akan di berangkatkan dari kota Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan menuju Bandar Udara Internasional Juanda Rabu (18/12/2024) pukul 14.00 WITA nanti.
Berkaitan dengan gugurnya Kiswanto, Kapolres Paser AKBP Novy Adhi Wibowo mengaku peristiwa tersebut merupakan duka bagi keluarga Besar Polres Paser. "Ini merupakan duka bagi kami keluarga besar Polres Paser," ucap Novy kepada Korankaltim.com pagi tadi. "Pemakman akan dilaksanakan oleh Polda Jawa Timur secara militer," ungkapnya.
Aipda Kiswanto meninggal dunia saat melaksankan tugas kedinasan Polri yaitu melaksankan penertiban terhadap informasi tindak pidana perlawanan hukum Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penyalahgunaan pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi dan/atau penyediaan dan pendistribusiannya diberikan penugasan Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang sebagai perubahan atas Pasal 55 UU RI No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi.
Polres Paser akan mengajukan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) atas jasa almarhum. Novy mengatakan hal tersebut telah diajukan pada bidang SDM dan juga Polda Kaltim.
"Kami sudah ajukan KPLB untuk almarhum, sudah disampaikan kepada Polda Kaltim dan diteruskan ke Mabes Polri, karena almarhum ini meninggal pada saat melaksanakan tugas dinas kepolisian," tutup Novy.
Diberitakan sebelumnya, Kiswanto meninggal dunia karena mengalami saat menjalankan tugas operasi penindakan BBM ilegal di RT 05 Desa Batu Botuk, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser Selasa (17/12/2024) pagi kemarin sekitar pukul 10.30 WITA.
Saat itu Kiswanto bertugas bersama dua anggota lainnya. Mereka melaksanakan patroli dan operasi penindakan BBM illegal dan mendapati sebuah mobil pikap mencurigakan yang diduga mengangkut BBM jenis Pertalite tanpa izin yang selama ini menjadi target operasi polisi.
Saat personel turun dari kendaraan untuk melakukan pemeriksaan, tiba-tiba pelaku datang dengan nada marah dan bersikap agresif melakukan perlawanan, memukul Kiswanto berulang kali menggunakan tangan di bagian kepala yang menyebabkan korban terluka.
Kiswanto kemudian segera dilarikan ke Puskesmas Muara Komam. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan.
Editor: Aspian Nur