Jarnawi memastikan dirinya sudah diundang oleh Sekretariat Presiden dan sudah melakukan registrasi melalui link google formulir yang telah disediakan.
Menurut Jarnawi, beredarnya surat daftar peserta upacara di IKN Namun tidak mencantumkan tokoh adat serta kesultanan dikhawatirkan bisa menimbulkan kegaduhan di masyarakat, karena mengira tokoh-tokoh dari Paser termasuk Sultan Paser tak diundang.
“Terkait kabar yang lagi simpang siur kami tidak diundang, saya nyatakan sebagai Sultan Paser memastikan itu tidak benar. Kami sudah diundang dan telah saya isi linknya, karena sistemnya menggunakan link,” ucap Jarnawi kepada Korankaltim.com Minggu (28/7/2024).
Namun ia menyarankan agar kesekretariatan RI untuk mengundang beberapa tokoh adat lainnya di Penajam Paser Utara (PPU) dan telah mengirimkan surat permohonan oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Adat Paser (DPD LAP) PPU yang diteruskan ke Presiden Joko Widodo.
“IKN berada di wilayah Paser, disitu ada Kesultanan Paser jadi seyogianya harus diutamakan mereka yang memang sebagai tuan rumah,” tegas Jarnawi.
Upacara di IKN merupakan agenda penting bagi masyarakat Kalimantan Timur, karena itu sangat disayangkan apabila tidak melibatkan dari tokoh-tokoh adat dari daerah asal IKN.
“Upacara kemerdekaan HUT RI jadi sejarah untuk pertama kalinya dilaksanakan di IKN, jadi sayang sekali bila masyarakat paser terutama di PPU itu tidak dilibatkan,” tutup Jarnawi.
Editor: Aspian Nur