Kondisi itu pun berpengaruh pada Tingkat kunjungan masyarakat ke Kandilo Plaza yang semakin menurun. Bahkan, sebagian pedagang mengalami kehilangan barang saat listrik padam pada malam hari.
"Pengunjung sudah sepi, ditambah lagi sering padamnya listrik, jadi makin sepi. Kalau listrik padam, para pedagang menggunakan genset agar tetap bisa berjualan," tambahnya.
Terkait hal ini, Kepala UPTD Pasar Induk Penyembolum Senaken dan Kandilo Plaza, Jamal mengatakan, bermasalahnya kelistrikan di Kandilo Plaza disebabkan trafo dan sekring yang sudah termakan usia.
"Sejak dibangunnya Kandilo Plaza pada 2004 lalu, trafo listriknya tidak pernah diganti. Kalau perawatan sudah sering dilakukan oleh teknisi," jelas Jamal.
Lamanya proses perbaikan kelistrikan Kandilo Plaza ini, disebabkan tidak tersedianya trafo cadangan. Pihaknya juga sudah koordinasi dengan pihak ULP PLN Tanah Grogot untuk menyelesaikan persoalan ini.
Pihak PLN memang mempunyai trafo cadangan, tapi kapasitasnya masih kurang, jika dipasang di Kandilo Plaza. Kemudian, ditemukan trafo dengan kapasitas yang sama milik Hotel Kryiad Sadurbengas.
Walaupun sudah menemukan trafo untuk dipakai sementara, Jamal masih kebingungan mencari mobil crane untuk memindahkan trafo tersebut. Sehingga, belum bisa dipastikan kapan listrik Kandilo Plaza kembali normal.
"Trafo udah dapat, tapi masih belum menemukan mobil crane untuk memindahkan trafo itu. Kami upayakan secepatnya kelistrikan Kandilo Plaza kembali normal," ucap Jamal. (*/kk)
Editor: Aspian Nur