“Alhamdulillah, warga menyambut antusias terhadap kegiatan kami. Sebagaimana diketahui, TMMD ke-111 ini harus berhadapan dengan pandemi, dimana kegiatan rutin semacam ini harus tetap dilaksanakan meskipun mengalami berbagai macam keterbatasan,” kata Kapendam VI/Mulawarman, Letkol Inf Taufik Hanif.

Jujur diakui, dampak dari pandemi ini sangat variatif, sebanding dengan berbagai varian Covid-19, yang mungkin akan berkembang seiring pergantian masa. Namun, hal itu berbanding terbalik dengan Desa Kerang Dayo ini. Dari 3.500 warganya, yang terindikasi positif Covid-19 hanya 6 orang saja, dan semuanya dinyatakan sudah sehat, sungguh sebuah catatan yang luar biasa.
Bukan tanpa alasan pertimbangan Komando Atas memilih desa ini. Jika ditinjau dari dua aspek utama, yaitu pertahanan yang memfokuskan pada jalur logistik untuk dukungan operasi pasukan, mengoptimalkan kapasitas Desa Kerang Dayo sebagai daerah pusat logistik dan menjadikannya sebagai daerah kantong.
Di sisi lain, dislokasi desa ini juga mampu meningkatkan aspek kesejahteraan masyarakat, dengan cara membuka akses lahan ketahanan pangan, membuka akses jalan sehingga mampu menekan angka masyarakat yang masih buta aksara.
“Kami pun mulai bergerak melaksanakan target TMMD, yakni membuat badan jalan sepanjang 3.950 meter dengan lebar 6 meter, memasang 4 titik gorong-gorong, dan rehab 1 unit rumah tidak layak huni dengan ukuran 5x6 meter dengan pemilik rumah bernama Nasruni (50) yang bekerja sebagai buruh tani. Disamping itu, kami juga melaksanakan kegiatan dengan target non fisik yang bersifat penyuluhan, kegiatan sunatan massal dan yang menjadi perhatian khusus adalah pengajaran buta aksara bagi 45 warga Desa Kerang Dayo,” tambahnya.
Sasaran tersebut merupakan target yang akan dicapai secara maksimal dengan catatan, aspek pendidikan dimana masih cukup banyak warga yang buta aksara harus segera dikurangi dan ditindak lanjuti.
Sehingga upaya tim TMMD adalah tetap memaksimalkan dan mengupayakan tenaga pendidik yang ada, walaupun tenaga terkuras dengan kegiatan fisik di lapangan, namun tujuan mulia tersebut, selalu mengingatkan para personel untuk tetap siaga dan berbagi ilmu dengan sukarela.
“Kami harus ingat, TNI dan rakyat adalah sebagai suatu tubuh yang saling menjaga satu sama lain, sebagaimana semboyan Panglima Sudirman, yang mengatakan, TNI bukan suatu organisasi di luar rakyat, tetapi TNI adalah organisasi dalam tubuh Rakyat itu sendiri,” jelasnya.
Semangat inilah yang memberikan semangat tim TMMD melaksanakan tugas menuntaskan sasaran tambahan yaitu penambahan jarak sasaran sepanjang 1,7 Km, pengecatan rumah ibadah, pengecatan rumah tempat tinggal yang disediakan warga setempat dan pembuatan tugu TMMD.
Berdasarkan data dan fakta yang dikumpulkan, ternyata melalui TMMD ini pemerintah dapat menghemat anggaran sampai 60 persen, pencapaian ini pun tidak membutuhkan waktu lama, serta keberhasilan ini kami membangun jalan dari 3,9 Km menjadi 5,6 Km.
“Tanpa rakyat kami bukanlah apa-apa, pengabdian itu bukanlah tentang pangkat dan jabatan, tetapi tentang ketulusan dan keikhlasan. Jayalah selalu TNI, sekarang dan selamanya,” tutur Letkol Inf Taufik Hanif mengakhiri.
Sumber: Kapendam VI/Mlw, Letkol Inf Taufik Hanif
Editor: Maruly Z