"Program latihan berubah melihat situasi sekarang ini, baik itu karena penundaan PON, pandemic corona juga bulan puasa. Tetapi atlet tetap latihan rutin secara mandiri, untuk menjaga performa dengan intensitas yang dikurangi," kata Adam.
Terkait dengan evaluasi atau pemantauan latihan atlet pihaknya melakukan komunikasi via WhatsApp dan telepon.
"Atlet selalu memberikan laporan kepada pelatih, bagaimana latihannya. Ini wajib, karena melihat kondisi saat ini dan kami mengikuti anjuran pemerintah dengan social dan physical distancing," terang Adam.
Kondisi saat ini juga membuat beberapa agenda Pengprov Kodrat tertunda, seperti kejuaraan daerah (kejurda), pelatihan wasit hingga nasional, termasuk kepengurusan Kodrat Balikpapan yang habis Balikpapan mengusulkan secara online, tetapi pihaknya menolak.
"Kami tolak, karena kalau online itu tidak maksimal, banyak hal yang perlu disampaikan. Untuk itu, kebijakannya kami perpanjang kepengurusannya hingga Covid-19 ini reda," jelas Adam. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur