Ada dua opsi yang kemungkinan dilakukan KONI Kaltim yang sudah dua periode dipimpin Zuhdi Yahya, yaitu memperpanjang kepengurusan atau melaksanakan Musorprov untuk mencari figur ketua umum baru mengingat nantinya PON Papua 2021 berlangsung delapan bulan setelah kepengurusan lama berakhir..
Wakil Ketua IV KONI Kaltim H Rusdiansyah Aras yang terjadi saat ini situasional karena virus Covid-19 yang membuat semua program yang sudah direncanakan berubah total. “Ini memang sangat sulit, karena pengundurannya sampai akhir tahun depan. KONI Kaltim jelas tak bisa berbuat apa-apa karena ini adalah keputusan dari pemerintah,” sebut Rusdi Ahad (26/4/2020) kemarin.
Masalah berakhirnya masa kepengurusan KONI Kaltim harus dibicarakan bersama dan bisa saja kepengurusan yang ada diperpanjang dengan mengajukan permohonan ke KONI Pusat. “Kami akan membahas bersama pengurus cabang olahraga sebagai pemegang hak suara, mendengar apa yang mereka inginkan, memperpanjang kepengurusan atau menggelar musorprov,” jelasnya. “Setelah Lebaran hal ini akan dibicarakan. Saat ini fokus pengurus yang ada adalah, bagaimana persiapan atlet setelah PON diundur,” ungkap Rusdi.
Secara terbuka Rusdi melihat penundaan PON membuat beberapa cabor kini jadi gamang, terutama yang menggunakan kelompok umur karena ada beberapa cabang olahraga dari Kaltim dengan kelompok umur yang sudah lolos ke PON.
“Kami belum tahu bagaimana mekanismenya, tapi memang ada usia atlet yang lewat saat PON berlangsung tahun depan, seperti sepak bola. Yang jelas semua pasti ada jalan keluarnya nanti,” pungkas Rusdi. (*)
Penulis: */Nancy
Editor: Aspian Nur