Setelah dilakukan deteksi dan pemetaan potensi kerawanan, BIN telah melakukan operasi gabungan. Operasi tersebut dilakukan untuk mencegah agar tidak pecah kericuhan atau gangguan keamanan. "Sudah kita lakukan operasi gabungan dalam rangka untuk mencegah, kemudian memotong potensi-potensi tersebut agar lebih tidak menjadi gangguan yang nyata," ujarnya.
Operasi gabungan tersebut, kata Budi, melibatkan aparat TNI dan juga Polri dengan operasi yang dilakukan yakni operasi Intelijen, pemulihan keamanan san menjaga stabilitas keamanan. Sejauh ini, kondisi di lokasi yang akan dijadikan tempat penyelenggaraan PON XX dalam keadaan aman. "Secara umum, dari BIN kemudian TNI dan Polri telah melaksanakan operasi gabungan, baik operasi intelejen, operasi pemulihan keamanan, dan menjaga stabilitas keamanan. Sampai dengan saat ini dan prediksi ke depan keamanan bisa kita jaga," ujarnya.
Budi menambahkan, selain atlet, PON XX nanti juga dihadiri oleh beberapa kepala negara dan juga duta besar. Untuk itu ada beberapa model sistem pengamanan yang akan dilakukan aparat.
"Tentu ada pola-pola sistem pengamanan baik itu terbuka-tertutup, termasuk waskita yang kita lakukan karena ada kunjungan kehadiran dari beberapa kepala daerah khususnya di negara-negara Asia-Pasifik," ujar Budi seperti diwartakan vivanews.com. (*)