"Jujur saja, setelah empat bulan bekerja di Indonesia, saya rasa ini (VAR) akan menjadi hal terbaik yang akan dilakukan dalam sejarah sepak bola Indonesia. Anda bisa bilang itu (VAR) sebagai revolusi terbaik dalam sepak bola Indonesia. Sebab, saya lihat dalam dua pekan terakhir di Liga 1, terkadang saya tidak bisa percaya dengan (keputusan wasit) yang saya lihat," kata Kalezic seperti dilansir topskor.com.
"Namun, saya tetap menerimanya (keputusan wasit) karena mungkin saja ini terjadi di pertandingan selanjutnya. Saya sangat mendukungnya untuk membantu semua pihak, klub, pemain, wasit, dan sepak bola Indonesia," ujarnya menambahkan.
Komentar positif pun datang dari pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan. Menurutnya, penggunaan VAR bisa menjadi solusi untuk mengatasi kesalahan-kesalahan elementer yang dilakukan para pengadil lapangan.
"Saya sangat mendukung sekali wacana ini. Pertama, untuk membantu wasit dalam mengambil sebuah keputusan. Yang kedua, untuk mengevaluasi keputusan wasit di lapangan. Paling tidak, bisa merevisi kesalahan dari keputusan itu. Yang ketiga, saya melihat di sini ada krisis kepercayaan (terhadap wasit,Red). Ini yang harus diatasi. Jadi saya rasa VAR bisa menjadi solusi," ujar RD.
Adapun wacana penggunaan VAR di Liga 1 2019 tercetus dalam rapat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, pekan lalu. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha mengatakan, federasi meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator Liga 1 2019 untuk membuat kajian dari segi infrastruktur dan anggaran.
Sementara itu, PSSI akan menyiapkan kajian yang terkait regulasi berdasarkan peraturan FIFA. “PSSI tentunya juga akan menyiapkan wasit-wasit terbaik yang nantinya bertugas di belakang layar dalam pengoperasian VAR,” kata Tisha. (*)