Selain nomor itu, Rifqy meraih medali emas dengan catatan waktu yang cukup baik, di nomor tanding gaya 500 meter. Dan emas ketiga di gaya dada 100 meter.
Kondisi ini jelas membanggakan mengingat sebelumnya, medali perak dari cabor angkat besi kelas 61 Kg atas nama M Fathir juga diraih Kaltim.
Pada kompetisi persahabatan dengan peserta dari 40 negara ini, Kaltim menjadi kontingen yang termasuk rutin menjadi peserta. Selain menjadikan ajang ini sebagai ajang persahabatan, sekaliugus menjadi ajang persiapan jelan pra PON dan PON Papua 2020.
“Kesuksesan menambah medali bagi Kaltim pada cabor renang ini membuat kami yakin bahwa renang menjadi salah satu cabor potensi medali di pra PON dan PON 2020 di Papua mendatang,” ungkap Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya.
Ia berharap potensi dan pembinaan renang terus ditingkatkan mengingat pada PON nanti renang menyediakan total 44 medali emas yang akan diperebutkan oleh atlet renang terbaik se-tanah air.
“Jumlah medalinya besar, dengan kekuatan dan pengalaman kaltim baik pada kejurda, kejurnas hingga turnamen internasional ini, optimistis untuk menjadikan renang salah satu cabor pendulang medali, sangatlah besar,” jelasnya.
Diketahui, sebanyak 26 atlet asal Kaltim diikutserrtakan dalam Arafura Games. Dari 8 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam event tersebut, Kaltim hanya mengikuti 6 cabor.
Diantaranya seperti 4 atlet atletik, 2 atlet voli pantai, 6 atlet bulutangkis, 3 atlet renang, 8 atlet tenis lapangan serta 1 atlet angkat besi berikut 7 pelatih atau official dari masing-masing cabor. (aa119)