Ketua Muaythai Indonesia (MI) Kaltim Andi P Iskandar saat pembukaan secara resmi kemarin menjelaskan, dari ajang ini mereka ingin mencari atlet muaythai terbaik yang disiapkan ke kejurnas di Jakarta 17-22 Desember mendatang. “Tuan rumah Porprov Kutai Timur lolos otomatis, jadi hanya 7 daerah yang berebut tiket ke Porprov sesuai dengan aturan KONI Kaltim. Yang terbaik juga nantinya akan wakili ke kejurnas di nomor mereka masing-masing,” papar Andi.
Ketua KONI Kaltim H Zuhdi Yahya yang hadir pada pembukaan kemarin menuturkan, muaythai bisa jadi cabang olahraga yang diandalkan oleh Kaltim kalau melihat perkembangannya yang semakin menanjak. “Di PON Jawa Barat tahun lalu meski hanya ekshibisi tapi muaythai berhasil meraih 1 emas, itu bukti kalau cabang olahraga ini bisa diandalkan. Bahkan sejak kejurnas 2013-2015 lalu Kaltim juga mampu mempertahankan prestasi juara umum. Karena itulah kami berharap prestasi ini bisa terus dipertahankan,” kata Zuhdi.
KONI juga meminta pengurus MI Kaltim agar melakukan pendekatan kepada PB MI agar muaythai tak lagi ekshibisi dan bisa dipertandingkan resmi di Pra-PON juga PON tahun 2020 di Papua. “Kalau itu bisa terwujud, tinggal bagaimana Kaltim menyusun program agar terus meraih prestasi di tingkat nasional,” harapnya.
Menanggapi hal ini, Ketua PB MI Sudirman yang membuka resmi ajang ini menjelaskan, pada PON XX di Papua memang sudah dibahas masalah muaythai jadi cabang olahraga resmi. “Insha Allah dipertandingkan di Papua tapi tidak lagi ekshibisi,” tegas Sudirman.
Prestasi atlet muaythai Kaltim menurutnya sudah tak perlu diragukan lagi, terbukti dengan prestasi yang sebanyak 3 kali berturut-turut mempertahankan gelar juara umum kejurnas.
“Peta kekuatan saat ini di seluruh provinsi sudah merata dan Kaltim jadi salah satu provinsi yang disegani. Karena itu harus tetap fokus membangun prestasi dan pembinaan diseluruh aspek baik pelatih, atlet maupun wasit,” kata Sudirman.
Sementara untuk hasil babak penyisihan kemarin sebanyak 31 partai yang dipertandingkan, melihat hasil tersebut peta kekuatan atlet di masing-masing daerah sudah merata, tetapi masih didominasi atlet Kubar dan Penajam Paser Utara (PPU) serta Mahulu.
Untuk pertandingkan di hari ke-2 kembali akan mempertandingkan 37 partai lagi baik penyisihan maupun babak semi final. (rgn)