Kabid Organisasi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltim, Putu Eka Anggi mengatakan, hasil dari Jogja sudah usaha maksimal dari pemanjat Kaltim mengingat ajang ini diikuti 29 daerah se-Indonesia. “Tapi kami tidak boleh puas meski menepati ranking tiga nasional. Masih ada kekurangan yang harus dievaluasi dan diperbaiki. Yang jelas atlet Kaltim sudah mampu membuktikan kemampuan mereka seperti di nomor boulder perorangan putra dan boulder beregu putri yang memang dinomor ini sudah menjadi andalan kami saat di PON 2016 lalu,”ungkap Putu yang juga manajer tim panjat tebing Kaltim.
Setelah ajang kejurnas ini seluruh atlet tetap latihan rutin seperti biasa mempersiapkan diri menuju kualifikasi PON 2019 mendatang. “Mereka yang berlaga di kejurnas kami siapkan tampil di kualifikasi PON, makanya persiapan harus bagus dan tidak putus karena persaingan pasti sangat ketat,” paparnya.
FPTI Kaltim berharap prestasi panjat tebing saat PON XIX di Jabar lalu yaitu 2 emas bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan meski tidak mudah.
“Lebih susah mempertahankan dibandingkan meraihnya, karena itu program latihan harus terprogram dengan baik agar hasil yang didapat juga bagus,” jelas Putu. (rgn)