Selasa, 08/09/2026
Selasa, 08/09/2026
Jajaran pengurus KONI Kaltim memberangkatkan atlet Baseball dan Softball secara resmi di kantor KONI Kaltim. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Selasa, 08/09/2026

Jajaran pengurus KONI Kaltim memberangkatkan atlet Baseball dan Softball secara resmi di kantor KONI Kaltim. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
Penulis: M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tim softball putri Kalimantan Timur (Kaltim) dilepas untuk mengikuti Open Tournament di Yogyakarta yang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026.
Kejuaraan tersebut diikuti enam daerah dan menjadi momentum bagi Kaltim untuk mengukur kemampuan sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para atlet muda.
Ketua Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kaltim mengatakan, pihaknya menargetkan tim softball putri Kaltim dapat kembali meraih prestasi terbaik dalam turnamen tersebut.
“Daerah yang ikut ini memang daerah-daerah yang biasa juara. Tentu Kaltim berharap kita bisa kembali ke jalur juara,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, keikutsertaan dalam Open Tournament tidak semata-mata mengejar hasil pertandingan. Turnamen tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet, khususnya dalam mempersiapkan generasi baru yang nantinya diharapkan mampu menjadi andalan Kaltim di berbagai kejuaraan.
Ia mengatakan, pembinaan selama ini dilakukan melalui berbagai program, termasuk pengembangan atlet melalui Sekolah Khusus Olahraga (SKO), peningkatan fasilitas latihan, hingga penyediaan peralatan pendukung.
“Selama kepemimpinan saya sampai hari ini, kita betul-betul sedang berproses dalam pembinaan, mulai dari lapangan, peralatan, kemudian atlet-atlet baru kita sedang lahirkan. Proses ini terus berjalan,” katanya.
Ia berharap berbagai kejuaraan dapat menjadi tolok ukur bagi atlet Kaltim untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka ketika berhadapan dengan tim-tim kuat di tingkat nasional.
“Ini semacam training dan juga benchmark bagi adik-adik kita supaya bisa mengikuti kejuaraan-kejuaraan nasional. Ke depan, mudah-mudahan kita juga bisa mendatangkan benchmark dari luar negeri,” jelasnya.
Menurutnya, Perbasasi Kaltim juga tengah membuka peluang menghadirkan program coaching clinic maupun pelatih dari luar negeri untuk meningkatkan kualitas pembinaan. Sebelumnya, pihaknya telah menghadirkan pelatih dari Jepang dan Belanda.
“Ini dalam rangka menumbuhkan, mencari, dan mengembangkan bibit-bibit baru kita,” tambahnya.
Ketua Perbasasi Kaltim tersebut menilai regenerasi menjadi bagian penting dalam pembinaan. Atlet-atlet muda harus mulai dipersiapkan untuk menggantikan generasi sebelumnya yang sudah tidak lagi berada pada usia kompetitif.
“Anak-anak muda ini yang harus kita dorong untuk memberikan warna berbeda. Mereka harus diberikan role model, siapa yang menjadi acuan mereka,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembinaan tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan fisik dan teknik permainan. Mental serta karakter atlet juga harus dibentuk sejak dini.
“Bukan hanya pelatihan fisik, cara memukul, atau teknik. Tapi bagaimana mindset dan karakter mereka punya spirit berjuang yang lebih baik. Itu perlu diberikan role model, baik tim nasional maupun internasional yang bisa menjadi acuan,” katanya.
Apalagi, sejumlah pemain yang dibawa ke Yogyakarta masih minim pengalaman karena baru pertama kali mengikuti turnamen. Kondisi tersebut dinilai menjadi kesempatan untuk mengasah mental bertanding.
Untuk memacu semangat pemain, ia juga menjanjikan penghargaan apabila tim mampu keluar sebagai juara.
“Kalau memang juara, kita akan kasih reward. Reward-nya seperti apa nanti kita lihat. Bisa saja saya traktir makan atau kita ajak belanja ke Malioboro. Yang jelas, saya janji kalau menang, tim ini akan saya kasih reward,” ungkapnya.
Ia juga memastikan akan hadir langsung di Yogyakarta untuk memberikan dukungan kepada para atlet.
Dalam komposisi tim, Perbasasi Kaltim tidak hanya mengandalkan atlet dari Samarinda. Pemain dari sejumlah daerah seperti Kutai Timur, Bontang, dan daerah lainnya turut direkrut untuk memperkuat tim.
“Seluruh yang ada di Kaltim kita rekrut. Ini dalam rangka memang membentuk tim yang bisa menjadi juara,” tegasnya.
Keikutsertaan dalam turnamen tersebut sekaligus diarahkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi agenda olahraga daerah ke depan.
Saat ditanya mengenai lawan yang perlu diwaspadai, ia menyebut Bandung, Jawa Barat, sebagai salah satu daerah yang memiliki kekuatan cukup baik. Namun, ia meminta para pemain tidak gentar menghadapi lawan.
“Jadi soal mental saja. Jangan takut, fokus bermain dan berjuang,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Selasa, 08/09/2026
Jajaran pengurus KONI Kaltim memberangkatkan atlet Baseball dan Softball secara resmi di kantor KONI Kaltim. (Foto: Rafik/Korankaltim.com)
TERPOPULER