Pengambilan formulir dilakukan di Kantor KONI Kaltim melalui Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) calon Ketua KONI Kaltim.
Saat mengambil berkas, Muis menyampaikan permohonan maaf dari Anderiy Syahrum yang tidak dapat hadir secara langsung karena sedang berada di Yogyakarta dalam agenda keolahragaan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya dari Pak Haji Andre (sapaannya) karena belum bisa hadir langsung mengambil formulir pendaftaran. Saat ini beliau sedang berada di Yogyakarta dalam rangka kegiatan olahraga,” ujar Muis.
Meski tidak hadir langsung, lanjut Muis, Andre tetap memberikan perhatian penuh terhadap proses pencalonan Ketua KONI Kaltim dan menitipkan salam hormat kepada jajaran pengurus KONI Kaltim maupun tim penjaringan dan penyaringan.
Dalam kesempatan itu, Muis juga menyerahkan surat kuasa resmi sebagai dasar dirinya mewakili Andre mengambil formulir pendaftaran.
“Sebelumnya kami sudah berkonsultasi terkait mekanisme perwakilan. Sesuai arahan panitia, kami diwajibkan membawa surat kuasa, dan alhamdulillah seluruh administrasi sudah kami siapkan,” ungkapnya.
Ia memastikan Andi Syahrum nantinya akan hadir langsung saat pengembalian formulir pendaftaran bakal calon Ketua KONI Kaltim.
“InsyaAllah saat pengembalian formulir nanti beliau akan hadir secara langsung,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua TPP Calon Ketua KONI Kaltim, Ego Arifin, memastikan seluruh proses pendaftaran telah diatur secara teknis dan fleksibel sesuai jadwal yang ditetapkan.
Ia menjelaskan, proses pengambilan formulir dibuka mulai 25 hingga 28 Mei 2026. Sementara pengembalian berkas diberikan waktu tambahan selama dua hari setelah masa pengambilan formulir berakhir.
“Pengambilan formulir dimulai tanggal 25-28 Mei. Setelah itu pengembalian berkas diberikan waktu dua hari agar para calon bisa melengkapi seluruh persyaratan administrasi,” jelasnya.
Menurutnya, sejumlah dokumen penting memang harus dipersiapkan secara matang, termasuk surat pernyataan kesiapan menjadi Ketua KONI Kaltim hingga penyusunan visi dan misi.
“Yang paling penting tentu visi dan misi calon. Itu perlu dipersiapkan dengan baik karena nantinya akan disampaikan dalam forum sidang,” katanya.
Setelah berkas dikembalikan, tim TPP akan melakukan proses validasi dan verifikasi administrasi pada 30 Mei. Selanjutnya, hasil verifikasi akan diumumkan kepada publik pada 1 Juni 2026.
“Kami hanya mengumumkan siapa saja yang mendaftar dan kelengkapan administrasinya. Soal sah atau tidaknya calon, itu nanti diputuskan dalam sidang Musorprov,” tegas Ego.
Ia menambahkan, seluruh hasil verifikasi nantinya akan diserahkan kepada pimpinan sidang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim pada 3 Juni 2026 untuk ditetapkan sesuai mekanisme organisasi.
“Kalau nantinya hanya ada satu calon dan disepakati secara aklamasi, itu menjadi ranah sidang Musorprov, bukan kewenangan tim penjaringan,” pungkasnya.
Editor: Erwin