Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat koordinasi organisasi sekaligus menyusun berbagai agenda pembinaan olahraga Kempo di Benua Etam.
Ketua Panitia Pelaksana Raperprov Perkemi Kaltim Mansyur Junus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengapresiasi seluruh peserta yang hadir dari berbagai kabupaten dan kota di Kaltim.
“Pertemuan ini diharapkan bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta menyatukan visi dalam memajukan olahraga dan nilai-nilai Kempo di Kaltim,” ujar Mansyur.
Raperprov Perkemi Kaltim 2026 diikuti oleh perwakilan pengurus dari berbagai daerah diantaranya Samarinda, Kukar, Balikpapan, Bontang, Kutim, Kubar, Paser, PPU serta Mahulu. Sementara Kabupaten Berau disebut berhalangan hadir.
Melalui rapat tersebut diharapkan lahir keputusan strategis
Khususnya yang mampu memperkuat koordinasi antara pengurus provinsi dan kabupaten/kota.
“Sekaligus mendorong peningkatan pembinaan karakter kenshi dan prestasi atlet Kempo di Kaltim,” tegas Mansyur
Sementara itu, Wakil Ketua I Perkemi Kaltim Panti Suhartono menekankan pentingnya sinergi seluruh pengurus dalam menghadapi berbagai agenda besar Perkemi Kaltim sepanjang 2026 hingga 2027.
Satu diantara agenda utama yang tengah dipersiapkan adalah pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November mendatang.
“Kami berharap seluruh agenda dapat berjalan baik dan lancar, termasuk persiapan Porprov yang menjadi fokus utama pembinaan atlet saat ini,” katanya.
Selain Porprov, Perkemi Kaltim juga akan melaksanakan sejumlah program strategis lainnya.
Seperti penataran administrasi dan organisasi, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Junior yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2026, hingga penataran pelatih, penguji, dan wasit daerah.
Kebutuhan akan regenerasi wasit menjadi perhatian serius organisasi.
Saat ini, jumlah wasit dinilai masih sangat terbatas, sementara sebagian besar wasit senior sudah memasuki usia lanjut.
“Perlu memperbanyak wasit muda. Kondisi saat ini kita mulai mengalami krisis wasit. Pada beberapa kegiatan sebelumnya, para wasit bahkan hampir tidak memiliki waktu istirahat karena keterbatasan jumlah,” ungkap Panti.
Panti juga memperkenalkan tiga Majelis Guru Perkemi Kaltim yang telah resmi mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Pengurus Besar Perkemi.
Ketiganya yakni Nurul Asma dari Balikpapan, Alauddin Zain dari Kutai Kartanegara dan Suprayogi dari Samarinda.
Keberadaan dewan guru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan teknik dan karakter para kenshi di Kaltim.
Selain agenda internal organisasi, Perkemi Kaltim juga mulai mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2027 yang direncanakan berlangsung di Bontang.
Dilanjut dengan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun yang sama.
Tidak hanya itu, program pemantapan teknik yudansha tingkat Kyu 1 juga akan terus digelar secara berkala di sejumlah daerah.
Kegiatan sebelumnya sudah dilaksanakan di Samarinda pada April lalu dan direncanakan bergilir ke Balikpapan, Kukar maupun daerah lainnya.
Editor: Aspian Nur