Bahkan dukungan dari cabang olahraga (cabor) disebut hampir mencapai 100 persen menjelang proses pemilihan Ketua KONI Kaltim pada 3 Juni bulan depan.
Hal tersebut disampaikan Anderiy Syachrum usai menggelar pertemuan bersama pengurus cabang olahraga (cabor) Senin (18/5/2026) malam tadi.
Besarnya dukungan yang diterima berada di luar perkiraan awal timnya karena untuk maju sebagai calon Ketua KONI Kaltim, syarat minimal dukungan hanya sebesar 30 persen dari total cabor yang memiliki hak suara.
“Alhamdulillah ini di luar ekspektasi kami. Tadinya kami hanya menargetkan memenuhi syarat minimal dukungan untuk maju. Tapi ternyata hampir seluruh cabor memberikan dukungan,” kata pria yang disapa Haji Andre itu.
Sampai kemarin, timnya sudah mengantongi 55 surat dukungan resmi dari cabor, sementara secara komunikasi sebanyak 62 cabor disebut telah menyatakan dukungan. “Surat dukungan yang sudah kami pegang ada 55 tetapi secara penyampaian, sekitar 62 cabor sudah mendukung,” ungkapnya.
Antusiasme para pengurus cabor juga terlihat dari membludaknya peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut.
“Kami tadinya hanya menyiapkan tempat sekitar 30 sampai 40 orang, ternyata yang datang hampir seluruh cabor. Ini tentu menjadi semangat besar bagi kami,” papar Haji Andre.
Apresiasi dan terima kasih diberikan kepada seluruh cabor yang telah memberikan dukungan terhadap dirinya untuk maju memimpin KONI Kaltim.
Haji Andre pun menegaskan komitmennya untuk meningkatkan prestasi olahraga Kaltim agar mampu bersaing di tingkat nasional. “Tujuan maju di KONI ini bagaimana olahraga di Kaltim yang sudah bagus pada kepemimpinan sebelumnya bisa menjadi lebih baik lagi,” sebutnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim juga memiliki target besar terhadap dunia olahraga daerah yang mana kepala daerah disebut berharap Benua Etam dapat menembus tiga besar nasional.
“Ada target, mudah-mudahan bisa masuk tiga besar nasional, minimal lima besar. Tapi tentu kita akan berupaya maksimal,” ujarnya optimistis.
Selain target prestasi, Anderiy menilai persoalan pembinaan atlet dan keterbatasan anggaran masih menjadi pekerjaan rumah utama yang dihadapi banyak cabang olahraga di Kaltim.
Pemerintah daerah memiliki komitmen untuk bersama-sama mencari solusi demi kemajuan olahraga di daerah. “Keluhan terbesar dari teman-teman cabor memang soal biaya pembinaan atlet. Tapi kami sudah berbicara dengan gubernur dan wakil gubernur, mereka beliau berkomitmen untuk memikirkan solusi bersama,” ungkapnya.
Haji Andre juga optimistis persoalan pendanaan olahraga dapat diselesaikan apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama untuk membangun olahraga Kaltim. “Insha Allah pasti ada jalan keluar untuk kemajuan olahraga kita,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur