Tim Kutim sukses menyegel gelar juara umum sekaligus mencatatkan juara untuk ketiga kalinya dengan raihan total 35 medali.
Dalam kejuaraan tersebut, FPTI Kutim tampil dominan dengan mengoleksi 14 medali emas, 13 medali perak dan 8 medali perunggu. Raihan itu menempatkan Kutim kokoh di posisi puncak klasemen akhir.
Sekretaris Umum FPTI Kutim, Fitriyadi, mengatakan keberhasilan tim bukan semata hasil kerja individu, melainkan buah kerja keras dan tim yang solid di dalam organisasi. Keberhasilan gelar juara umum di Kejurprov Kaltim 2026 tidak lepas dari kerja sama seluruh elemen tim.
“Keberhasilan ini bukan kerja personal, tetapi hasil dari dukungan tim,” ujarnya.
Menurutnya, di balik gemerlap prestasi para atlet di podium, terdapat kerja keras panjang yang melibatkan pelatih, tim teknis, hingga dukungan penuh dari keluarga atlet. Target juara umum memang sudah dipatok sejak awal dan akhirnya berhasil diraih.
Fitriyadi menyebutkan, sedikitnya ada tiga pilar utama yang menjadi fondasi kesuksesan FPTI Kutim dalam menjuarai kompetisi bergengsi tingkat provinsi tersebut. Pertama adalah pilar atlet dan orang tua
“Kita beruntung memiliki SDM atlet yang mumpuni dan terus berkembang dengan dukungan moral serta doa dari orang tua masing-masing,” katanya.
Ia melanjutkan, pilar kedua datang dari para pelatih dan tim teknis yang terus memperbarui pengetahuan serta mengikuti perkembangan dunia panjat tebing.
“Komitmen para pelatih untuk terus update ilmu dan dinamika panjat tebing sangat penting. Itu juga ditopang penuh oleh peran route setter, belayer, dan seluruh kru teknis lainnya,” jelasnya.
Keberhasilan meraih juara umum ini sekaligus memastikan atlet-atlet Kutim memperoleh tiket menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) KU PP FPTI yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Juni mendatang.
“Ini menjadi modal besar sekaligus tiket bagi atlet Kutim untuk melangkah ke Kejurnas di Jakarta,” pungkasnya.
Editor: Erwin