Sekum AFP Kaltim, Doddy Grinaldi menjelaskan, dipindahkannya tempat pertandingan ke Tenggarong sudah disetujui seluruh daerah yang akan tampil. “Mereka setuju karena disana juga ada mess jadi bisa menginap dengan biaya murah dibandingkan di Kutim. Sebenarnya Samarinda juga salah satu venue yang memenuhi syarat tetapi banyak pertimbangan sehingga pilihan di Tenggarong,”ungkap Doddy.
Daerah yang bertanding di ajang nanti ada 9 masing-masing Samarinda, Balikpapan, , Kutai Barat, Penajam Pasir Utara, Paser, Bontang, Berau dan Mahakam Ulu serta tuan rumah Kutai Kartanegara. Kutim tidak ikut karena sudah dipastikan lolos ke Porprov karena jatah sebagai daerah pelaksana Porprov.
“Dari 9 daerah yang masih meragukan ikut hanya Mahulu karena belum ada konfirmasi ulang. Kami menunggu pengurus AFP disana rapat dulu sebelum ikut tapi secara lisan sudah pasti,” sebut Doddy lagi.
Nantinya di Porprov hanya 7 daerah yang bertanding, dua daerah dengan poin terendah harus tergusur itu dengan skema 9 daerah, kalau hanya 8 daerah yang bertanding hanya satu daerah yang tersingkir. Kami tetap berharap Mahakam Ulu ini bisa ikut, jadi yang bertanding di Porprov nanti ada 8 tim yang akan bersaing untuk menjadi tim terbaik di daerahnya masing-masing,” sebut Doddy.
Adapun untuk persiapan ke Pra-PON 2019, AFP Kaltim akan memantau pemain terbaik dari Porprov di Kutai Timur nantinya dan kemudian diseleksi lagi untuk mencari pemain yang paling bagus. “Untuk pembentukan tim futsal Kaltim ke Pra-PON kami ada seleksi lagi, mencari pemain yang terbaik dan menggunakan sistem promosi degradasi agar mendapatkan pemain yang benar-benar tangguh dan bermental juara,” tegas Doddy. (rgn)