Kejurnas yang akan berlangsung di GOR Segiri Jalan Kusuma Bangsa pada 15 hingga 20 Mei nanti digelar untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80 dan tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi bagi para pejudo Polri tetapi juga atlet umum.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yulianto menjelaskan, penunjukan Kaltim sebagai tuan rumah merupakan bentuk kepercayaan pusat terhadap stabilitas keamanan di Bumi Etam yang dinilai sangat kondusif untuk menyelenggarakan event berskala nasional.
"Kaltim dipilih karena kondisinya aman dan sangat mendukung. Ini menjadi kehormatan bagi kita untuk menyukseskan agenda besar Polri dalam pembinaan atlet judo nasional," ujar Yulianto saat memberikan keterangan resmi di Gedung Mahakam, Rabu (13/5).
Tensi persaingan antarjudoka dipastikan tinggi karena kehadiran 343 atlet dari kategori Polri yang terdiri dari 159 putra dan 184 putri dari 34 satuan kerja Mabes maupun Polda jajaran.
Sementara itu, kategori umum akan diramaikan oleh 146 atlet dari 18 Pengurus Provinsi (Pengprov) PJSI se-Indonesia. Tak ketinggalan ada 106 ofisial turut mendampingi para kontingen untuk memastikan kesiapan fisik dan mental para petarung.
Pertandingan sendiri akan memperebutkan medali di 20 kategori, mulai dari kelas perorangan putra dan putri, beregu campuran, hingga kategori bela diri. Menariknya, panitia juga membuka kelas senior umum untuk berat badan di atas 100 kilogram, meski untuk kategori Polri kelas ini ditiadakan karena absennya peserta.
Sebagai tuan rumah, Polda Kaltim bersama PJSI Kaltim tidak main-main dalam mematok target. Dengan mengandalkan 23 atlet terbaiknya, kontingen tuan rumah berambisi besar mengamankan predikat juara umum di hadapan publik sendiri. Yulianto optimis bahwa status tuan rumah akan memberikan suntikan semangat bagi atlet daerah.
"Kejuaraan Judo Kapolri Cup ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pengembangan olahraga nasional sekaligus memperkuat soliditas dan semangat kebersamaan. Diharapkan melalui kegiatan ini akan lahir atlet-atlet judo yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa," sebut Yulianto.
Kehadiran Burung Enggang sebagai maskot resmi pun menjadi simbol kuat semangat kekuatan dan kehormatan kearifan lokal Kaltim akan mewarnai setiap laga.
"Burung khas Kalimantan tersebut dipilih karena dianggap merepresentasikan kehormatan, kekuatan, dan kearifan lokal Kalimantan Timur. Semoga ajang ini bisa menjadi motivasi bagi atlet-atlet judo di daerah untuk terus berprestasi," jelasnya.
Masyarakat Samarinda dan sekitarnya diajak menyaksikan langsung ke GOR Segiri memberikan dukungan, apalagi panitia menggratiskan tiket masuk bagi penonton.
Kejurnas ini bukan sekadar kompetisi untuk mengejar medali, melainkan sarana memperkuat kedekatan antara Polri dan masyarakat melalui nilai-nilai sportivitas olahraga.
Editor: Aspian Nur