Dominasi atlet putri bukan hanya terjadi di cabang olahraga taekwondo semata, melainkan sudah menjadi karakteristik atlet Kaltim di berbagai cabang olahraga.
“Bukan hanya taekwondo ya, memang karakteristik kita itu atlet putri lebih tangguh. Kalau dilihat di banyak cabang olahraga, termasuk saat PON, yang banyak menyumbang medali emas justru atlet perempuan,” ujarnya Jumat (8/5/2026).
Ia menilai, ketangguhan mental, ketekunan, dan kemampuan menghadapi tekanan menjadi faktor utama yang membuat atlet putri Kaltim lebih konsisten dalam meraih prestasi.
“Cewek itu lebih tekun, lebih tangguh, dan lebih kuat menghadapi tekanan mental. Kalau cowok kadang lebih labil,” katanya sambil berseloroh.
Dalam evaluasi hasil pertandingan, Alfons menjelaskan nomor kyorugi atau tarung menjadi penyumbang dominan medali bagi Kaltim. Sementara itu, nomor poomsae masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi ke depan.
“Kyrougi memang mendominasi. Kalau poomsae, kita harus akui masih perlu pembinaan lagi, terutama di tim pelatih,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pembinaan poomsae selama ini masih dilakukan secara “tambal sulam”. Meski sudah memiliki pelatih khusus, TI Kaltim berencana melakukan peningkatan kualitas kepelatihan agar mampu bersaing di level nasional.
Menurutnya, sebagian besar pelatih poomsae saat ini merupakan mantan atlet yang memiliki pengalaman bertanding cukup baik, namun masih membutuhkan penguatan dalam aspek kepelatihan.
“Mereka ini mantan atlet dan dulu dilatih langsung oleh pelatih Korea. Tapi pengalaman sebagai atlet dengan menjadi pelatih itu berbeda. Sentuhan kepada atlet, terutama soal mental dan perhatian terhadap atlet, itu juga penting,” terangnya.
Meski demikian, Alfons optimistis cikal bakal kekuatan poomsae Kaltim sudah mulai terlihat. Beberapa atlet muda bahkan telah memiliki pengalaman tampil di tingkat nasional.
“Anak-anak sebenarnya punya potensi bagus. Ada beberapa yang sudah beberapa kali ikut nasional, tapi memang jam terbangnya masih perlu ditambah. Kalau atlet dari Jawa itu mereka kompetisinya jalan terus,” katanya.
Ia juga menilai sektor poomsae senior Kaltim sebenarnya cukup menjanjikan dan tinggal membutuhkan sinkronisasi program pembinaan yang lebih matang.
Untuk meningkatkan daya saing atlet, TI Kaltim kini tengah menyiapkan program pemusatan latihan jangka panjang. Program tersebut dinilai penting agar atlet Kaltim mampu bersaing secara konsisten di level nasional maupun internasional.
“Pengusatan latihan mudah-mudahan bisa segera kita lakukan untuk program jangka panjang. Karena tanpa itu, kita sulit bersaing,” tegas Alfons.
Selain itu, TI Kaltim juga merancang program pengiriman atlet ke Korea Selatan pada akhir tahun ini sebagai bagian dari peningkatan kualitas pembinaan.
“Itu memang bagian dari program kita semua. Mudah-mudahan akhir tahun bisa terlaksana,” pungkasnya.
Editor: Erwin