Rapat ini menegaskan pentingnya percepatan persiapan dengan waktu yang semakin terbatas menjelang pelaksanaan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ketua Umum KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menekankan seluruh pihak harus bekerja cepat dan terukur agar pelaksanaan Porprov VIII berjalan sesuai target.
Dia menyebut, forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan langkah dan memastikan kesiapan teknis maupun administratif.
“Waktu kita sangat terbatas. Karena itu, seluruh elemen harus bergerak cepat dan fokus agar pelaksanaan Porprov di Kabupaten Paser dapat berjalan sukses,” tegasnya.
Dalam arahannya, Rusdiansyah memaparkan empat pilar utama yang menjadi kunci sukses penyelenggaraan Porprov VIII, sukses penyerang.
Sukses penyelenggaraan, yakni menjamin kesiapan seluruh aspek teknis tepat waktu, termasuk manajemen pertandingan yang tertata rapi serta pelayanan maksimal bagi seluruh kontingen.
Sukses prestasi, menjadikan Porprov sebagai ajang seleksi atlet berkualitas menuju event nasional, dengan penyesuaian nomor pertandingan agar tetap linier dengan Pekan Olahraga Nasional (PON). Jumlah nomor pertandingan juga telah diefisienkan dari sekitar 1.300 menjadi 934 nomor.
Sukses administrasi, menekankan pentingnya ketertiban dokumen, transparansi pelaporan anggaran, serta keabsahan data atlet guna menghindari sengketa di kemudian hari.
Sukses ekonomi dan UMKM, mendorong dampak ekonomi lokal melalui perputaran uang dari kehadiran kontingen dan pengunjung. Diperkirakan, ribuan peserta yang datang dapat menggerakkan ekonomi daerah secara signifikan.
Selain itu, Rusdi menegaskan peran penting tim pengawas pertandingan (wasit dan juri), tim pengarah, serta dewan hakim dalam memastikan pelaksanaan berjalan sesuai standar.
Tim pengawas disebut sebagai “mata dan telinga” KONI di lapangan. Ia juga mengusulkan sistem pelayanan terpadu bagi kontingen, termasuk penyediaan area penerimaan khusus dengan distribusi kartu identitas (ID card) sebagai syarat wajib bagi atlet yang akan bertanding.
“Tanpa ID card, atlet tidak diperkenankan bertanding. Ini untuk memastikan tidak ada data yang tidak sah,” ujarnya.
Sementara itu, pihak panitia menyoroti waktu efektif persiapan yang tersisa sekitar lima hingga enam bulan sebelum pelaksanaan pada November 2026. Bahkan, satu bulan sebelum pelaksanaan ditargetkan sebagai tahap finalisasi seluruh persiapan.
“Artinya, waktu kerja efektif kita sebenarnya lebih singkat. Semua perangkat harus sudah siap sebelum masuk tahap akhir,” disampaikan dalam rapat tersebut.
Ketua tim pengarah dan pengawas menekankan bahwa keberhasilan Porprov sangat bergantung pada kualitas pertandingan. Ia menyebut bidang pertandingan sebagai “jantung” dari seluruh rangkaian kegiatan.
Beberapa poin teknis yang menjadi perhatian antara lain:
* Verifikasi kelayakan venue yang saat ini telah mencapai sekitar 99 persen.
* Keterlibatan cabang olahraga dalam tahap akhir penyelesaian fasilitas.
* Standar keselamatan dan kelayakan fasilitas pertandingan.
* Rekrutmen panitia lokal hingga 80 persen untuk mendukung pemberdayaan daerah.
* Penggunaan sistem digital dalam pendaftaran atlet guna menjamin validitas data.
Selain itu, ditegaskan setiap cabang olahraga harus menyusun jadwal pertandingan secara profesional dan sesuai dengan aturan masing-masing.
Editor: Erwin