Menanggapi hal tersebut, pria yang akrab disapa Haji Andre itu menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI Kaltim dan berbagai persiapan telah dilakukan.
“InsyaAllah saya sudah siap, segalanya sudah siap,” ujarnya singkat belum lama ini.
Lebih lanjut, langkah selanjutnya adalah memantapkan dukungan sekaligus memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak, terkhusus pengurus KONI di daerah dan cabang olahraga (cabor).
“Alhamdulillah sejauh ini 10 kabupaten/kota sudah mendukung. Kami mengucapkan terima kasih kepada teman-teman di daerah yang telah memberikan dukungan penuh. Cabor-cabor juga sudah memberikan dukungan, dan kami berharap semua bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Dalam menghadapi target besar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), Anderiy menekankan pentingnya sinergi antara provinsi dan daerah.
Dia menilai pembinaan atlet sejatinya berakar dari kabupaten/kota, sehingga komunikasi yang intens menjadi kunci keberhasilan.
“Pembinaan atlet ada di daerah, jadi kita akan membuka komunikasi yang lebih intens dengan kabupaten/kota. Kita juga akan mencoba mencari solusi atas kendala yang selama ini dihadapi,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kepemimpinan sebelumnya di bawah Rusdiansyah Aras yang dinilai telah membawa kemajuan bagi olahraga di Kaltim. Andre berharap, ke depan capaian tersebut dapat ditingkatkan.
“Sejak dipimpin Pak Rusdi, KONI Kaltim semakin maju. Mudah-mudahan ke depan kita bisa merumuskan hal-hal yang lebih baik dan mengembangkannya lagi,” tambahnya.
Terkait potensi berkurangnya anggaran, Andre mengakui hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia telah menyiapkan strategi alternatif dengan melibatkan sektor swasta.
“Kami sudah berdiskusi dengan berbagai pihak, termasuk para pengusaha di Kaltim. Kami berharap ada dukungan melalui program CSR untuk membantu pembinaan atlet, misalnya melalui skema orang tua asuh,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan besar di Kaltim sangat penting untuk mendorong kemajuan olahraga daerah sehingga pembiayaan tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Harapannya, kepedulian perusahaan terhadap olahraga semakin meningkat, sehingga kita bisa memanfaatkan potensi yang ada di Kaltim secara maksimal,” pungkasnya.
Editor: Erwin