Selama ini, TC dikenal sebagai salah satu program strategis untuk meningkatkan performa atlet, terutama menjelang ajang multi-event seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Melalui program tersebut, atlet menjalani pemusatan latihan intensif guna mematangkan teknik, fisik, serta mental bertanding. Namun, kebutuhan biaya yang besar menjadi tantangan di tengah kondisi fiskal daerah yang belum stabil.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kukar, Aji Ali Husni, mengungkapkan bahwa program TC kemungkinan besar tidak masuk dalam perencanaan anggaran saat ini. Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Kukar.
“Untuk TC kemungkinan ditiadakan, karena pos anggarannya tidak termasuk yang ada ini,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memunculkan kekhawatiran di kalangan insan olahraga, mengingat TC merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan atlet dalam meraih prestasi, khususnya di ajang kompetisi tingkat provinsi maupun nasional.
Menanggapi hal itu, Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar, meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Ia menegaskan peluang pelaksanaan TC masih terbuka, seiring upaya komunikasi yang terus dilakukan dengan para pemangku kebijakan.
“Jangan berpikir ke mana-mana dulu saat ini. Apa yang disampaikan Kadispora kan masih kemungkinan. Kami akan diskusikan dengan pemangku kebijakan terlebih dulu untuk mencari solusi terbaik bagi olahraga Kukar,” jelas Chairil kepada Korankaltim.com, Senin (27/4/2026).
Situasi ini menjadi tantangan serius bagi dunia olahraga Kukar. Di satu sisi, kebutuhan pembinaan atlet tetap harus berjalan optimal demi menjaga prestasi. Di sisi lain, keterbatasan anggaran menuntut adanya inovasi dan sinergi lintas sektor agar program strategis seperti TC tetap dapat terlaksana.
Para pemangku kepentingan diharapkan mampu menemukan jalan tengah, sehingga pembinaan atlet tidak terhenti dan semangat meraih prestasi tetap terjaga di tengah keterbatasan. “Kita upayakan semoga pemerintah mendukung agar para atlet kita bisa TC,” tutupnya.
Editor: Erwin