Hal ini menjadi perhatian Council Member Asian Taekwondo Union (ATU) Dirc Ricard Talunewu yang menilai Kalimantan Timur (Kaltim) sebenarnya memiliki peluang besar untuk melahirkan atlet berprestasi.
Setiap daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, termasuk Kaltim yang dinilai sudah menunjukkan potensi melalui sejumlah capaian atlet di tingkat nasional maupun internasional.
Indonesia sendiri pernah mencatat prestasi di ajang besar seperti Asian Games hingga Olimpiade, yang menunjukkan peluang untuk bersaing di level dunia sangat terbuka.
Namun kunci utama untuk meningkatkan prestasi atlet adalah memperbanyak kompetisi atau event secara berkelanjutan, baik kejuaraan tingkat nasional maupun internasional perlu lebih sering digelar di daerah, agar atlet memiliki jam terbang yang cukup dalam menghadapi persaingan.
“Yang paling penting adalah memperbanyak event supaya atlet bisa meningkatkan kualitas dan pengalaman bertanding. Dari situ mereka akan lebih siap bersaing dengan atlet dari daerah lain, terutama dari Pulau Jawa,” kata Ricard kepada Korankaltim.com Jumat (24/4/2026) hari ini.
Benua Etam sebenarnya sudah cukup sering menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan, namun intensitasnya masih perlu ditingkatkan agar perkembangan atlet semakin optimal. “Selain faktor kompetisi, jam terbang menjadi tentu menjadi aspek yang paling menentukan dalam pembinaan atlet,” sebutnya lagi.
Terkait aspek mental atlet, Ricard menilai tidak ada perbedaan mendasar antara generasi dahulu dan sekarang. Namun kekuatan mental tetap sangat dipengaruhi oleh pengalaman bertanding. “Semakin sering atlet turun di kompetisi, semakin matang pula mental yang mereka miliki dalam menghadapi tekanan pertandingan,” tutup Ricard.