Ajang ini tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga wadah mempererat hubungan antarpeserta lintas daerah dan institusi.
Ketua Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Berau Yana AT menjelaskan, kejuaraan tersebut dirancang bukan semata untuk mencari pemenang, melainkan memperkuat silaturahmi serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan peserta, termasuk dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat umum.
Melalui kompetisi ini diharapkan muncul bibit-bibit atlet menembak berbakat yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Selain itu, Yana juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi kejujuran selama bertanding. “Kami berharap seluruh peserta dapat bertanding dengan jujur dan menjunjung tinggi nilai sportivitas,” ujar Yana kepada Korankaltim.com disela lomba.
Yana tidak menampik masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan. Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat. “Kami mohon maaf apabila dalam penyelenggaraan masih terdapat kekurangan,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Nuransyah yang membuka kegiatan tersebut menyebut pelaksanaan kejuaraan ini menjadi hal positif di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah. “Kami bersyukur kegiatan ini tetap dapat dilaksanakan di tengah efisiensi anggaran,” kata Nuransyah. “Jadikan ajang ini sebagai wadah pembinaan untuk menemukan atlet penembak berprestasi,” harapnya.
Nuransyah juga mendorong sinergi antara Dispora, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Berau, dan Perbakin agar pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan. Ia optimistis, dengan potensi yang dimiliki, prestasi cabang olahraga menembak di Berau dapat terus meningkat. “Saya yakin dengan potensi yang ada, prestasi terbaik akan bisa kita wujudkan,” ucap Nuransyah lagi.
Dispora Berau berahrap dukungan dari Perbakin Provinsi Kalimantan Timur untuk memperkuat pembinaan atlet di daerah. Menurutnya, kolaborasi lintas organisasi dan institusi menjadi kunci dalam menciptakan atlet berdaya saing tinggi. “Kami berharap kerja sama dengan seluruh institusi, termasuk TNI dan Polri, dapat terus terjalin secara strategis,” tutupnya.
Kejuaraan Menembak Bupati Cup 2026 ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi komunitas olahraga menembak di Kalimantan, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah keberagaman latar belakang peserta.
Editor: Aspian Nur