Menurut Reza, Pengprov Percasi Kaltim telah merancang sejumlah program strategis, baik terkait persiapan teknis maupun koordinasi dengan cabang olahraga di tingkat kabupaten/kota.
“Kami sudah menyiapkan hal-hal teknis seperti wasit, fasilitas pertandingan, dan koordinasi dengan Pengcap Percasi di Kabupaten Paser. Tujuan utama kami adalah mencari atlet yang memiliki potensi untuk bersaing di level nasional, termasuk PON,” ujar Reza, Selasa (7/4/2026).
Reza menambahkan, meski regenerasi atlet catur sudah berjalan, pengalaman bertanding di tingkat nasional masih terbatas.
Saat ini, tim Percasi Kaltim lebih fokus pada pembinaan atlet perempuan, sementara atlet pria masih dalam tahap pengembangan teknik dan strategi melalui binaan Pengprov.
“Pembinaan ini tidak hanya didukung oleh Percasi, tetapi juga Koni sebagai pembina olahraga,” akunya.
“Selain itu, perhatian dari pemerintah daerah juga sangat dibutuhkan, agar atlet, pelatih, dan perangkat pertandingan mendapat kesejahteraan yang layak,” tambahnya.
Terkait lokasi pertandingan Porprov, Reza menyebut pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Koni.
Meski begitu, ia menegaskan catur adalah olahraga yang hemat dan fleksibel dalam penyelenggaraan.
“Jika tempat pertandingan ada di Paser, kita ikut. Jika di Kabupaten lain, kami juga siap. Fasilitas utama yang dibutuhkan hanyalah aula yang lengkap,” pungkasnya.
Editor: Erwin