Selama menjabat, ia membenahi organisasi olahraga di Mahakam Ulu. Dari 32 cabang olahraga yang ada, tidak semuanya aktif dan berjalan optimal.
Akibatnya, partisipasi daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional masih minim.
“Dari 32 cabor, hanya 7 cabor yang bisa lolos mengikuti babak kualifikasi untuk menuju PON 2028. Ini tentu sangat disayangkan, karena potensinya sebenarnya besar,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Ia menilai, salah satu kendala utama adalah kurangnya dukungan sarana dan prasarana (sapras), serta minimnya pembinaan atlet secara berkelanjutan. Padahal, Mahulu dinilai memiliki banyak atlet potensial yang belum tergarap maksimal.
Lebih lanjut, Achmad Albert berharap kepengurusan KONI Mahulu yang definitif segera terbentuk. Dia menekankan pentingnya sosok ketua yang memiliki komitmen kuat, bukan sekadar mengejar jabatan.
“Menjadi Ketua KONI itu bukan soal prestise, tapi tanggung jawab besar. Harus benar-benar punya niat untuk memajukan olahraga, bekerja dan menghasilkan prestasi nyata,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah, termasuk dinas terkait, dapat memberikan dukungan lebih optimal terhadap sektor olahraga, baik dari segi anggaran maupun kebijakan.
Menurutnya, langkah percepatan pembentukan kepengurusan definitif sangat penting mengingat sejumlah agenda olahraga sudah di depan mata, mulai dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan berbagai tahapan kualifikasi menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
“Ke depan, kita harapkan Mahulu bisa mengejar ketertinggalan. Potensi atlet di sana besar, tinggal bagaimana pembinaan dan dukungannya ditingkatkan,” pungkasnya.