Zainal merupakan salah satu dari puluhan atlet peraih medali SEA Games 2025 di Thailand yang mendapat kesempatan mengikuti pendidikan perwira melalui jalur prestasi.
Ia menegaskan, menjadi atlet berprestasi membutuhkan pengorbanan besar sejak usia dini.
“Ada senior yang sempat bilang enak jadi atlet, tidak seperti mereka yang masuk jalur biasa. Padahal, kami berlatih sejak kecil, melewati banyak proses panjang untuk bisa sampai di titik ini,” ujarnya sambil tersenyum.
Ia juga menceritakan tantangan berat selama mengikuti pendidikan perwira. Pada minggu pertama, Zainal mengaku sempat merasa kewalahan dengan intensitas latihan yang sangat tinggi.
“Seminggu pertama itu cukup berat, bahkan sempat ada rasa menyesal. Tapi seiring waktu, rasa itu berubah menjadi kebanggaan karena bisa menjadi prajurit TNI AD,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Ashar Ramadhani. Ia menyebutkan bahwa keputusan mengikuti jalur ini tidak hanya soal cita-cita, tetapi juga sebagai upaya untuk menjamin masa depan.
“Selama ini saya fokus sebagai atlet dan belum memiliki pekerjaan tetap. Jadi ini menjadi langkah penting untuk masa depan saya dan keluarga,” jelas Ashar.
Bagi Zainal, menjadi prajurit TNI merupakan impian yang telah tertanam sejak kecil. Meski tidak berasal dari keluarga militer, lingkungan tempat tinggalnya yang dekat dengan kehidupan tentara memberikan inspirasi tersendiri.
“Sejak kecil saya tinggal di lingkungan tentara. Melihat mereka memakai seragam militer terlihat gagah dan berwibawa. Dari situ muncul keinginan untuk menjadi bagian dari TNI, dan alhamdulillah bisa terwujud melalui prestasi di olahraga gulat,” tuturnya.
Meski kini telah resmi menjadi bagian dari TNI AD, baik Zainal maupun Ashar menegaskan mereka tidak akan meninggalkan dunia olahraga yang telah membesarkan nama mereka.
Keduanya berkomitmen untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah serta institusi.
“Sekarang sudah ada pekerjaan, jadi saya bisa lebih fokus membagi waktu antara tugas sebagai prajurit dan latihan sebagai atlet. Semoga keduanya bisa berjalan seimbang,” ujar Ashar.
Zainal pun menegaskan tekadnya untuk tetap berkarier di cabang olahraga gulat selama masih mampu.
“Saya akan terus bertanding sampai tidak mampu lagi. Ini bentuk komitmen saya untuk membanggakan Kalimantan Timur dan juga TNI AD,” pungkasnya.
Editor: Erwin